Sejumlah nama politikus dari berbagai partai disebut-sebut bakal maju sebagai bakal calon presiden dalam Pilpres 2024. Mulai dari Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Puan Maharani.
Menanggapi banyaknya nama yang disebut-sebut bakal maju dalam kontestasi mendatang, politisi PDI Perjuangan Adian Napitulupu menyebut Pilpres 2024 akan lebih baik jika hanya ada dua pasangan calon (paslon) yang maju.
Adian menilai jika hanya ada dua nama paslon yang bertarung, maka biaya yang dikeluarkan negara untuk Pilpres juga akan semakin sedikit.
Dalam pernyataannya saat berbincang dengan Zulfan Lindan, Adian juga menuturkan, mau ada dua atau lebih calon presiden yang maju dalam Pilpres, pada akhirnya hanya dua figur yang akan bersaing.
"Bisa nggak sih kalau kita buat dua calon saja, lalu kemudian satu putaran selesai," ujar Adian seperti dikutip Mamagini melalui tayangan di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia pada Selasa (22/11/2022).
"Mau berapapun ujungnya kan dua kok. Dalam putaran kedua tinggal dua juga. Jadi kalau misalnya ujung-ujungnya dua kenapa tidak dua dari sekarang. Kan bisa seperti itu," imbuhnya.
Politisi dari partai berlambang banteng ini lantas mengujarkan bahwa uang triliunan yang digunakan negara untuk pesta demokrasi bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat lainnya.
"Putaran pertama, putaran kedua, berarti negara akan keluarkan lagi anggaran sekitar 15 sampai 20 Triliun kalau tidak salah. Kan uang itu sayang," lanjutnya.
Meskipun dirinya menilai Pilpres 2024 cukup diramaikan dengan dua pasangan calon, tapi ia juga tak menyalahkan pendapat pihak lain soal banyak sedikitnya nama yang akan maju nyapres.
Baca Juga: Minta Bantuan di Jalan, Warga Korban Gempa Cianjur Cegat Mobil Pembawa Logistik
"Tapi ada yang mempertimbangkan tentang kualitas demokrasinya kan lebih bagus kalau tiga kan silakan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Seruan Ketua KAHMI ke Kader di 2024: YAKUSA Anies Baswedan Presiden!
-
Soal 'Panas Dingin' Hubungan Puan-Ganjar Jelang Pilpres 2024, Adian Napitupulu Tepis Isu PDIP Terbelah
-
Panda Nababan Khawatirkan Hubungan Panas Jokowi-Surya Paloh, Fahri Hamzah: Efek dari Politik Perasaan
-
Ada 'Cinta Segitiga' Antara Anies-AHY-Aher, Pengamat Curiga Siapa Bacawapres Koalisi Perubahan: Jangan-Jangan...
-
Presiden Minta Tak Ada Politik Identitas dan Politisasi Agama dalam Pilpres, Rocky Gerung: Gaya Politik Pak Jokowi Kuno!
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
Terkini
-
Polisi Tertibkan 33 Pengendara Knalpot Brong di Singkawang
-
Jenazah Alex Noerdin Segera Dibawa ke Palembang, Kebun Bunga Jadi Lokasi Pemakaman
-
Dominasi Inggris di Liga Champions, 7 Klub Premier League Tembus 16 Besar
-
Jadwal Buka Puasa Kota Malang Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
-
5 Contoh Undangan Buka Bersama Kantor via WhatsApp: Sopan, Jelas, dan Profesional
-
Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital
-
Jadwal Buka Puasa Pekanbaru dan Sekitarnya, Rabu 25 Februari 2026
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 25 Februari 2026, Ada Gloo Wall Ramadan dan Beast Bundle
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia