/
Kamis, 24 November 2022 | 14:28 WIB
Anies dan AHY (Dok. Antara)

Pengamat politik Adi Prayitno, turut menyoroti dinamika yang tengah terjadi di dalam tubuh koalisi perubahan antara NasDem, PKS dan Demokrat.

Bahkan, Adi menganalogikan situasi tersebut seperti cinta segitiga yang rumit antara Capres yang diusung NasDem yakni Anies Baswedan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Heryawan (Aher).

"Anies merasa jatuh cinta ke AHY, Anies juga merasa jatuh cinta ke Aher, sama-sama di-PHP," ujar Adi, dalam kanal YouTube Total Politik, mengutip Suara Manado, Rabu (23/11/2022).

Menurut Adi, ada urusan elektoral yang menjadi pertimbangan ketiga partai belum mantap sehingga batal melakukan deklarasi tanggal 10 November 2022.

Adi menilai, suara antarpartai saling tumpang tindih serta adanya potensi suara dari partai satu pindah ke lainnya.

"Makanya saya justru mencurigai, jangan-jangan memang ini AHY dan Aher sengaja dibentur-benturkan," tuturnya.


Bukan tidak mungkin, kata Adi, nanti yang akan dipilih oleh Anies bukan di antara keduanya demi menghindari konflik dan friksi internal.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu menilai pemilihan salah satu pihak bisa membuat pihak lain cemburu dan menimbulkan masalah kedepannya. 

Namun Adi tidak mengungkap secara gamblang perkiraan siapa yang pada akhirnya akan dipilih Anies untuk mendampinginya.

Baca Juga: Respon Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen ke Mahasiswi, Wakil Rektor UIN IB Padang Minta Korban Bersaksi!

"Karena kalau Aher yang dipilih, tentu AHY dan Demokrat layak meradang (atau sebaliknya). Ini kenapa saya menyebut belakangan koalisi ini agak kusut," tegas Adi.

Load More