Tak hanya masyarakat tanah air, bencana gempa Cinajur juga turut menjadi perhatian internasional. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun mengapresiasi doa yang dipanjatkan bagi korban gempa Cianjur ini.
Lewat Instagram, Ridwan Kamil mengunggah dua video dari Vatikan dan Palestina yang digabung menjadi satu. Di awal video, tampak pemimpin umat Katolik seluruh dunia, Paus Fransiskus, mendoakan masyarakat di Pulau Jawa, Indonesia, yang dilanda gempa bumi.
Doa tersebut disampaikan Paus Fransiskun dalam audiensi mingguan pada Rabu (23/11/2022) di lapangan Santo Petrus, Vatikan. Paus mendoakan seluruh korban terdampak gempa Cianjur, baik yang meninggal maupun mengalami luka.
Video itu kemudian digabung dengan rekaman salat gaib bagi korban gempa Cianjur di Masjid Istiqlal Indonesia, Gaza, Palestina. Jemaah yang terdiri dari 1.500 umat Islam itu menggelar salat gaib selepas salat Zuhur.
Di akhir video, seorang pria Palestina mengungkapkan rasa duka citanya bagi korban gempa Cianjur.
Menyaksikan video doa bagi korban gempa Cianjur dari dua agama itu, Ridwan Kamil mengucapkan terima kasih. Pria yang akrab disapa "Kang Emil" ini juga menekankan tentang perbedaan dan perdamaian.
"HATUR NUHUN VATICAN dan PALESTINA,
Atas ucapan duka cita dan doa dari Paus Franciscus di Vatican dan Jamaah Masjid Istiqlal di Gaza Palestina. Dimana semuanya bersimpati dan mendoakan yang terbaik untuk warga Cianjur.
Kasih sayang, Rahman Rahiim lah yang menguatkan hubungan persaudaraan antar sesama umat manusia.
Baca Juga: Sebanyak 1.341 Ibu Hamil Masih Tinggal di Tenda Pengungsian Korban Gempa Cianjur
Saling menyayangi bukan membenci. Karena perbedaan adalah rahmat untuk kita yang berbagi hidup di satu bumi ini," tulis Ridwan Kamil, Selasa (29/11/2022).
Pada Selasa (29/11/2022), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali menemukan korban gempa Cianjur. Terbaru, sebanyak empat orang berhasil ditemukan Basarnas.
Dengan adanya penambahan korban yang ditemukan, maka Basarnas mencatat, seluruh korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur mencapai 327 orang.
Meski Basarnas terus menemukan korban, tetapi ada 13 warga yang masih dalam pencarian akibat terjebak dalam longsoran tanah pascagempa. Hingga kini pihak BNPB beserta sejumlah elemen terkait masih melakukan pencarian.
BNPB juga mencatat, korban luka berat ada 595 orang. Dari ratusan orang tersebut, 68 di antaranya masih dalam perwatan di rumah sakit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Mahasiswa Desak Presiden Prabowo Copot Natalius Pigai dari Kursi Menteri
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
Pramono Anung: Jakarta Dirancang Jadi Kota Global yang Ramah Warga
-
Dirampok Rp3,5 Juta, Diikat lalu Dibakar Hidup-Hidup, Petani di OKU Selatan Tewas
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam