Advokat Eggi Sudjana sempat menjadi sorotan usai mengkritik keras sosok Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ketika itu Eggi mengkritik antaranya mengenai Anies yang dianggap tak mengusahakan nilai-nilai Islam saat menjabat serta diam soal Presidential Threshold 20 persen.
Pernyataan atau kritik Eggi tersebut langsung mendapat berbagai respons bahkan digunakan untuk "menyerang" Anies.
Terkait hal tersebut, Eggi buka suara. Eggi menjelaskan bahwa dia mengakui Anies sosok yang terbaik dibandingkan kandidat capres lain.
"Saya kagum, saya senang, kalau dibandingkan capres-capres lain, Anies Baswedan the best (terbaik),"ujar Eggi saat tampil di kanal Youtube Refly Harun, dikutip dari Warta Ekonomi-jaringan Suara.com, Rabu (7/12/2022).
Meski mengakui Anies adalah yang terbaik, Eggi mengaku tak ingin "gelap mata" sampai tidak melihat kekuarangan yang ada pada Anies.
Kekurangan Anies kata Eggi yakni Anies yang direpresentasikan sebagai hasil dari dukungan umat Islam, belum bisa menunjukkan nilai Islam dalam kebijkan selama memimpin Jakarta.
"Soal Perda (Peraturan Daerah) misalnya saya belum milhat secara pasti mengenai yang berkait dengan nilai-nilai islam yang menjadi concern kita bersama," papar Eggi.
Karena itu kata Eggi, ia menyoroti Anies lantaran merupakan juniornya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Menurutnya, Anies sangat memiliki potensi untuk mewujudkan hal yang disampaikan itu.
Namun kata Eggi, sejauh ini Anies belum bisa menjalankan paling tidak semangat nilai Islam dalam kebijakan yang dibuat selama menjabat.
Baca Juga: Sejarah Sunda Empire: Awal Mula Geger hingga Petingginya Berakhir Jadi Tersangka
"Misalnya Perda yang betul-betul membawa aspirasi kesadaran Ummat Islam meningkat, sebelum gubernur dia Menteri Pendidikan, saya tidak melihat bagaimana upaya Anies menangani sekularisme," papar dia.
Lebih lanjut Eggi menyinggung beberapa program yang ia nilai sampai akhir menjabat belum bisa maksimal. Ia pun menyebut rumah DP 0 persen.
Meski demikian, Eggi menegaskan dirinya tetap menghormati Anies Baswedan yang ia sebut menjadi yang terbaik di kalangan kandidat capres yang ada.
"Saya sayang beliau, posisi saya harus dipandang sebagai kritik bukan kebencian," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan