/
Sabtu, 17 Desember 2022 | 13:26 WIB
Ilustrasi cyberbullying (Unicef.org)

Bully di dunia maya, yang disebut cyberbullying, tak kalah menyakitkan dengan bully di dunia nyata. Meski seseorang tak melihat si pelaku secara langsung, efek yang ditimbulkan sama-sama bisa membuat korban jadi cemas, gelisah, bahkan trauma. 

Itulah yang dialami seorang remaja di Michigan, Amerika Serikat. Ia dan pacarnya mengalami cyberbullying selama hampir setahun. 

Dilansir dari Your Tango, tak hanya penghinaan secara daring, kedua remaja tersebut juga seolah dikuntit kemana pun mereka pergi. Si pelaku akan mengirim pesan seolah tahu di mana lokasi kedua remaja tersebut.

Remaja tersebut kemudian mengadukan cyberbullying tersebut kepada pihak sekolah, yang kemudian melaporkannya ke kepolisian setempat.

Polisi langsung dapat mengidentifikasi pelaku dengan mencocokkan alamat IP yang digunakan untuk mengirim pesan.

Betapa kagetnya si remaja ketika tahu bahwa pelaku cyberbullying adalah ibunya sendiri, yang selama ini ternyata menggunakan identitas palsu seolah-olah pelaku adalah seorang teman yang seumuran. 

Peristiwa yang aneh tapi nyata ini pun langsung mendapat simpati dari warganet. Tak sedikit pula yang penasaran apa motif sang ibu melakukan hal yang begitu kejam kepada putrinya.

Dikutip dari Instagram @pubity, warganet menduga-duga alasan si ibu melakukan cyber bullying.

"Ibu ini mungkin cemburu pada putrinya," kata salah satu warganet, sambil menambahkan bahwa ini umum terjadi ketika sang anak mulai berpacaran.

Baca Juga: Review Anime Tensei shitara Ken Deshita: Hidup sebagai Pedang di Isekai

"Mungkin dia tidak memiliki kendali karena putrinya berkencan dengan pria ini, jadi dia mencoba untuk mematahkan semangatnya dengan cara ini?" tebak warganet yang lain.

"Bisa jadi apa saja. Mungkin ibunya khawatir putrinya membuat pilihan yang buruk dan mulai mengikutinya untuk melihat apa yang dia lakukan. Mungkinkah ibu itu ingin menakut-nakuti anaknya secara langsung?" tanya warganet lainnya. 

Load More