/
Selasa, 20 Desember 2022 | 15:38 WIB
Denise Chariesta Da Tau Series 10 ((youtube/denisechariesta))

Denise Chariesta hingga saat ini masih menjadi sorotan publik. Selain gencar membongkar aib perselingkuhannya, ia juga kerap menyenggol beberapa artis yang menurutnya terlalu ikut campur dengan kisah hidupnya.

Belakangan ini, Denise juga kerap membagikan momen kesibukannya saat hendak membuka cabang toko bunganya di Bali. Ia mengaku sempat kebingungan dan kewalahan karena sudah kehilangan sosok RD yang biasanya membantu.

Namun, acara opening toko bunganya saat ini sudah berjalan dengan lancar. Meski begitu, ia masih belum bisa meninggalkan Bali karena masih banyak hal yang harus ia selesaikan.

Denise Chariesta kembali mengunggah konten Da Tau Series episode 10. Pada episode kali ini ia membahas konsekuensinya sebagai orang ketiga.

Menurutnya hal ini perlu dibuat karena banyak yang menyalahartikan soal maksud Denise membongkar tabiat buruknya di masa lalu. Hal itu karena ia melihat di media sosial marak orang mengaku kalau jadi orang ketiga dan terkesan membanggakan.

"Jadi buat cewek-cewek di luar sana biar tidak mencontoh, sekarang juga lagi marak nih gue lihat di TikTok juga ikut-ikutan kan pada ngomong kalau pelakor apalah segala macem atau orang ketiga. Pada bangga, bukan gitu maksudnya gue," ucap Denise Chariesta dalam unggahan Youtuben-nya pada Selasa (20/12/2022).

Alih-alih bangga, maksud Denise membongkar tabiatnya itu agar mereka malu dan sadar diri. Ia juga menyinggung soal tabur tuai dalam hidup.

"Bukan kita harusnya bangga jadi orang ketiga. Kita harusnya merasa malu dan kita harus tau konsekuensinya itu apa, tabur tuai itu ada buat kita. Yang maksud gue ngomong biar orang-orang ketiganya itu pada sadar diri juga dan suami orangnya juga sadar diri," pungkasnya.

Pengusaha bunga itu juga mengaku semua ini ia lakukan semata-semata untuk penyembuhan diri. Itulah kenapa ia selalu memakai gaya rambut yang berbeda saat membuat konten Da Tau Series.

Baca Juga: Semarak Kasih Bersama BAF, Beri Bantuan Pendidikan untuk Anak-anak di Indonesia

Load More