- Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menyatakan kesedihan atas penyalahgunaan program Makan Bergizi Gratis oleh oknum tertentu.
- Nanik mengaku tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis dan pengadaan barang yang kini sedang diusut penegak hukum.
- Nanik berupaya melakukan inspeksi lapangan secara langsung agar Presiden Prabowo Subianto mengetahui kondisi nyata pelaksanaan program tersebut.
Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengaku sedih melihat polemik yang menerpa Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan, Nanik mengaku sampai menangis karena menilai niat baik Presiden untuk memperbaiki gizi anak-anak Indonesia justru diduga disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
Dalam podcast di kanal YouTube Total Politik, Nanik menegaskan bahwa Prabowo memiliki ketulusan besar dalam menjalankan program MBG dan tidak memiliki motif lain selain meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia.
"Gua enggak tega deh sama Presiden. Dia enggak pernah punya maksud jahat. Dia enggak pernah punya motivasi dia menang 2029. Gua tahu, gua ikut beliau 14 tahun. Dia pingin anak-anak Indonesia ini terpenuhi gizinya. Dia pingin anak-anak Indonesia ini tidak ada yang kelaparan," kata Nanikk, dikutip Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, yang membuat dirinya terpukul adalah ketika niat baik tersebut justru berujung pada persoalan hukum yang kini sedang diusut aparat penegak hukum.
"Aduh, saya dilukai kayak gitu, gua jadi nangis nih. Kenapa orang sebaik dia gitu mesti dikhianati? Saya pun bukan melihat dia sebagai Presiden, tapi sebagai manusia yang sangat punya ketulusan, punya perhatian besar terhadap anak-anak Indonesia, terus dikhianati," ujarnya.
Pernyataan itu muncul ketika host menyinggung kemungkinan adanya oknum di lingkungan BGN yang memanfaatkan program MBG untuk kepentingan tertentu.
Saat ditanya apakah Presiden selama ini banyak ditipu oleh oknum di BGN, Nanik memberikan jawaban yang memancing perhatian.
"Gua enggak tahu ya, kalau enggak ditipu kan enggak di Kejaksaan, Bro," katanya.
Baca Juga: Peringatan Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II
Nanik juga mengungkapkan bahwa selama menjabat di BGN dirinya tidak banyak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan strategis, termasuk soal pengadaan barang maupun kebijakan operasional.
"Gua tuh enggak pernah diajakin rapat. Kalau mau RDP aja saya tanya bahan, dikasihnya besok pagi mau RDP ini bahan. Jadi gua enggak tahu yang disusun ini apa, gua kagak ngerti," ujarnya.
Ia bahkan mengaku tidak mengetahui berbagai pengadaan yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
"Ini rapat keputusan mau kaos kaki kek, mau apa kek, mau apa, itu pengadaannya ramai-ramai tuh, seupit kucing pun gua kagak ngerti," kata Nanik.
Nanik menyebut sejak awal dirinya lebih banyak bergerak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan untuk melihat kondisi pelaksanaan program MBG secara langsung. Langkah tersebut dilakukan agar Presiden mengetahui situasi sebenarnya di lapangan.
"Gua mikir gini, gua harus cari perhatian Presiden nih biar melihat kenyataan yang sebenarnya. Jadi bukan gua mengadu. Gua cuma sidak menunjukkan kepada Presiden atau semua, 'ini lho ada yang seperti ini'," ungkapnya.
Menurut Nanik, kondisi yang diwariskan kepemimpinan sebelumnya membuat jajaran pimpinan BGN saat ini menghadapi pekerjaan berat dalam melakukan pembenahan.
"Gua sedih, gua sedih sesedih-sedihnya. Saking sedihnya gua ini kalau ada pilihan gua enggak mau jadi kepala BGN. Capek banget Bro. Ini udah kami ini bukan sekarang ini bukan from zero, from minus 10 mungkin 20 atau berapa," pungkas Nanik.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks
-
Peringatan Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II
-
Saran Connie Bakrie ke Prabowo: Suruh Teddy Libur Dulu, Saatnya Dengar Orang-orang Berpengalaman
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123