Viral di media sosial, seorang perempuan yang tengah hamil 8 bulan tiba-tiba kehilangan bayi di dalam perutnya.
Dalam vidio yang diunggah akun instagram @tante.rempong.official, perempuan itu menceritakan kisah yang dialaminya.
"Alhamdulillah, setelah penantian 9 tahun menikah, akhirnya aku dikaruniai buah hati lagi," katanya, dikutip Rabu (4/1/2022).
Namun semua kebahagiaan itu seketika hilang, setelah ia bertemu seorang nenek yang mengelus perutnya saat usia kandungannya 8 bulan.
"Nenek boleh mengelus perutmu nak? Nenek jadi teringat pada cucu nenek," katanya menirukan nenek-nenek yang ditemuinya itu.
Keesokan harinya, saat bangun tidur ia kemudian menyadari bahwa perutnya sudah kempis dan tidak sedang mengandung.
"Keesokan harinya, seketika anak yang ada di dalam perutku tiba-tiba menghilang begitu saja ketika aku bangun tidur," katanya.
Rupanya, apa yang dialami oleh perempuan itu juga banyak dialami oleh warganet.
"Bener ada nya aku ngalamin sendiri tiap bulan USG bayi ada pas mau lahiran eh tiba" kempes" komen seorang netizen.
Baca Juga: Ini Peran Dirut Bakti Kominfo dalam Kasus Dugaan Korupsi Penyediaan BTS
"Benern ada kasus di video. Ada yg berpendapat medis ada juga yg mistis.. Silahkah percaya yg mana.." kata warganet lain.
Namun begitu banyak juga netizen yang tidak percaya dengan kejadan tersebut.
"Tolong info lokasi neneknya, biar gw samperin, gw mau ilangin lemak perut, udh bbrp tahun terakhir ga ilang2 hahaha " gurau netizen.
"Cerita yg sangat bagus cocok skripnya di buat sinetron indosiar" kata warganet lainnya.
Terlepas benar atau tidak cerita janin hilang dari para warganet itu, dalam dunia medis terdapat istilah Blighted Ovum atau kehamilan kosong.
Mengutip Halodoc, Blighted Ovum adalah satu kondisi di mana rahim wanita hamil ternyata kosong, yaitu tidak terdapat janin atau calon bayi di dalam kandungan
Proses yang terjadi pada kehamilan kosong bisa dikatakan nyaris tidak ada bedanya dengan kehamilan biasa. Meski begitu, dalam kehamilan kosong, plasenta yang terus terbentuk dan tumbuh tidak dibarengi dengan berkembangnya embrio atau calon janin.
Berita Terkait
-
4 Aplikasi Terbaik untuk Ibu Hamil, Tersedia Berbagai Fitur Menarik!
-
Ngeri! Keluarga Ruben Onsu Kena Teror Mistis di Rumah, Onyo Lihat Tetesan Darah
-
Pemeriksaan Medis para Aktivis yang Jalani Aksi Mogok Makan di Komnas HAM
-
3 Bintang Drakor Didapuk Brand Ambassador Perusahaan Estetika Medis Terbesar di Dunia
-
Kemnaker Jajaki Kerja Sama Penempatan Tenaga Medis Indonesia di Singapura
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA