/
Senin, 09 Januari 2023 | 11:44 WIB
Tiko ([YouTube ASIX])

Kisah Tiko yang merawat sang ibu selama 12 tahun di rumah mewah yang terbengkalai dan tanpa listrik viral.

Banyak yang terenyuh dengan kisah perjuangan Tiko termasuk artis Ashanty.

Ashanty pun mengundang Tiko untuk berbincang-bincang di podcastnya

Kepada Ashanty, Tiko menceritakan perjalanan hidupnya merawat sang ibu yang bernama Eny.

Ia mengungkapkan bahwa perpisahan ibunya dan sang ayah membuat ekonomi ia dan ibunya terpuruk.

Tiko mengaku sampai berhenti sekolah saat beranjak kelas 2 SMP. Hal tersebut lantaran sang ibu memintanya untuk berhenti tanpa alasan yang jelas. 

"Jadi waktu itu sampai kelas 6 SD lanjut sampai SMP kelas 1. Beranjak kelas 2 aku putus. Putusnya itu emang permintaan dari Mama alasannya aku nggak tahu. Jadi aku nurut aja. Cuma alhamdulilah saat ini ngejar Paket C dan sampai sekarang masih ngejar sekolah," ujar Tiko saat berbincang dengan Ashanty di Podcast Ngobrol Asix yang dikutip Senin (9/1/2023).

Tiko mengatakan dirinya sama seperti anak lainnya yang semasa kecil memiliki hasrat bermain dengan teman-temannya. Namun melihat kondisi kesehatan sang ibu, Tiko memilih merawatnya dibandingkan bermain.

"Sebenarnya dari diri aku sendiri emang hasrat untuk main itu ada cuma kondisi mama juga," ucap dia.

Baca Juga: Ngaku Kalah, Mahfud MD Sarankan Jumhur Hidayat Debat Lawan Ngabalin: Saya Menyerah

Selain itu, Tiko menceritakan bahwa ketika itu kondisi kesehatan ibunya belum menurun seperti saat ini. Bahkan ketika Ibu Eny masih dapat berinteraksi dengan tetangga sekitar.

"Waktu itu kondisi mama belum separah saat ini, mama itu masih suka berinteraksi sosial. Masih suka kegiatan dengan lingkungan," papar Tiko.

Kata Tiko, saat perpisahan orangtuanya dan ia putus sekolah, sang ibu sampai berjualan gorengan untuk menyambung hidup.

Bahkan ia sampai berkeliling komplek menjual gorengan untuk membantu ibunya.

"Pada saat itu awal awal putus sekolah, dan papa pisah dengan mama, mama itu kegiatannya bikin gorengan kue kue. Emosinya masih stabil, dari situ aku paling keliling komplek ngejualin gorengan, atau menitipkan ke warung," papar Tiko.

Lalu kondisi Ibu Eny kata Tiko mulai menurun dan tak lagi membuat gorengan. Sehingga uang tabungan harus dicairkan untuk menghidupi keduanya.

Saat uang tabungan ibunya habis, perabotan yang ada di rumahnya kata Tiko terpaksa dijual demi menyambung hidup sehari-hari.

"Sampai akhirnya mamah nggak sampai setahun berhenti karena mulai menurun kesehatannya dan akhirnya yah menggunakan tabungan dari mamah untuk kehidupan sehari-hari. Belum lama tabungan itu habis yah, aku juga harus cari kerja sementara aku waktu itu aku masih sekolah. Paling mamah memutuskan untuk mejual perabotan-perabotan rumah begitu," ungkp Tiko.

Lebih lanjut, Tiko meyebut gejala -gejala ringan yang dialami sang ibu yakni berhalunisasi dan berbicara seorang diri.

"Cuman untuk gejala-gejala ringannya seperti halusinasi suka ngomong-ngomong sendiri," ungkap Tiko.

Hingga akhirnya kata Tiko, pengurus RT dan tetangga memberikan penawaran untuk bekerja sebagai security atau Satpam komplek.

Sehingga kata Tiko total 5 tahun dirinya sudah bekerja sebagai security komplek.

"Dari situ bertahan beberapa bulan sampai akhirnya pa RT dan lingkungan itu membantu untuk agar bekerja di sini sebagai security dan membantu mengamankan. Aku nggak inget, tapi sejak putus sekolah sampai sekarang aku jadi security berjalan kurang lebih lima tahun," katanya.

Load More