PDIP terkesan maju mundur menentukan pilihan capres yang diusung, bahkan nasib Ganjar Pranowo menjadi tak jelas.
Pegiat media sosial, Ade Armando juga merasa heran, mengapa Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri belum menunjuk Ganjar Pranowo sebagai capres 2024.
Menurutnya PDIP masih terlihat enggan.
“Terus terang saya sebenarnya nggak biasa dengan gaya semacam itu. Masalahnya buat saya keengganan PDIP mengajukan nama Ganjar sama sekali nggak masuk akal,” kata Ade melansir dari Cokro TV, Kamis (12/01/22).
Padahal kata Ade, berdasarkan survei Ganjar sudah terbukti punya elektabilitas tinggi.
“Survei-survei yang reliable sudah menunjukkan Ganjar paling tinggi tingkat elektabilitasnya, PDIP sendiri seharusnya bangga memiliki kader sehebat Ganjar,” tambahnya.
Ade mengatakan Ganjar adalah sosok yang pintar, bersih, soleh, berintegritas dan cakap jadi pemimpin. Dia juga bisa dibilang pelanjut Jokowi terbaik.
“Jadi apa yang membuat PDIP ragu mengajukan nama Ganjar? Ya satu-satunya alasan adalah karena Megawati masih bimbang antara mengajukan kader terbaiknya atau Putri kesayangannya. Ini buat saya sama sekali tidak masuk akal,” jelasnya.
Sebelumnya saat berpidato dalam perayaan HUT ke-50 PDIP di JIExpo, Kemayoran, Jakarta pada Selasa (10/1/2023), Megawati membocorkan capres PDIP yang berasal dari kader partai berlambang moncong putih itu. Namun, hal itu tidak kunjung terjadi.
Baca Juga: Telkom Minta Masyarakat Waspada Penipuan Indihome, Ini Modusnya
"Ini kan yang ditunggu-tunggu, yang bakal diumumkan ibu siapa? Baru pada tepuk tangan," kata Megawati Soekarnoputri.
"Ya nanti dulu, memang kalau kalian tepuk tangan, saya bakal tergiur mengumumkan," sambungnya.
**Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel