Deddy Corbuzier menyoroti peran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait pengawasan siaran televisi terhadap perlindungan anak di bawah umur.
Deddy Corbuzier mempertanyakan soal KPI yang membiarkan siaran televisi yang mengundang Fajar Sadboy dan mantan pacarnya yang masih di bawah umur.
Hal tersebut dikatakan Deddy Corbuzier di akun Tiktoknya @deddycoruzier, Rabu (18/1/2023).
"Pertanyaan saya bukan masalah Fajar diundang kesini apa nggak, bukan masalah Fajar ada di sosial media apa nggak, bukan masalah Fajar nangis-nangis beneran apa nggak, bikin quotes. Mau pacaran umur 15 bukan itu, permasalahan adalah dia pada saat ada di TV, mana KPI, mana KPI. Kan katanya anda melindungi hak anak-anak," ujar Deddy Corbuzier yang dikutip dari akun Tiktoknya, Rabu (18/1/2023).
Deddy Corbuzier membandingkan dirinya yang terkena sanksi teguran saat mengundang anak kecil di acara Hitam Putih.
Sementara kata Deddy Corbuzier, KPI tak memberikan sanksi teguran kepada salah satu program televisi yang mengundang Fajar Sadboy dan mantan pacarnya yang masih di bawah 18 tahun.
"Saya pernah di Hitam Putih ngundang anak kecil kena KPI, kena saya. Pertanyaannya ketika Fajar Sadboy dan mantannya usia di bawah umur masuk ke dalam TV, mana KPI nya," ucap Deddy Corbuzier.
Suami Sabrina Chairunnisa itu menuturkan berdasarkan Pasal 29 Peraturan KPI tentang pedoman perilaku penyiaran, lembaga penyiaran, dilarang mewawancarai anak di bawah umur 18 tahun.
KPI kata Deddy Corbuzier memiliki kewajibtan mempertimbangkan keamanan serta masa depan anak di bawah usia 18 tahun.
Baca Juga: Nikita Mirzani Ngaku Didukunin Ivan Gunawan: Bikin Mulut Gue Bisu, Tangan Cacat
"Padahal kalau kita ngerujuk pada Pasal 29 peraturan KPI tentang pedoman perilaku penyiaran disebutkan bahwa Lembaga penyiaran tidak boleh mewawancarai anak-anak di bawah umur 18 tahun di luar kapasitas mereka serta wajib mempertimbangkan keamanan dan masa depan mereka," paparnya.
Sehingga ia mempertanyakan peran KPI yang tidak melakukan pengawasan terhadap anak di bawah umur yang diundang di stasiun televisi.
Deddy Corbuzier pun menyinggung soal KPI yang pernah menyensor sapi yang sedang diperah.
"Mana KPI? Kok gak ada? Kok masih bisa tetap muncul? Apa anda sibuk ngeblur tet*k sapi?", katanya.
Berita Terkait
-
Terungkap Ferry Irawan Kirim Video Minta Maaf Sambil Nangis Usai KDRT ke Venna Melinda, Athalla Naufal: Nangis Tapi Nggak Ada Air Matanya
-
Verrell Bramasta Gemetar Ditelpon Venna Melinda Usai Kena KDRT: Hidung Mama Dipatahin Nak
-
Athalla Naufal Bakal Cabut dari KK Bila Venna Melinda dan Ferry Irawan Rujuk
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026