Youtuber sekaligus Selebgram Gita Savitri kembali menjadi sorotan publik. Sebelumnya Gita Savitri dihujat karena memilih Childfree atau tak ingin memiliki anak.
Kali ini Gita Savitri dihujat karena mengunggah foto ikut berpartisipasi dalam aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di salah satu jalan di Kota Hamburg, Jerman.
Diketahui tanggal 8 Maret merupakan peringatan Hari Perempuan Internasional.
Dalam unggahan akun Instagramnya, Gita Savitri yang mengenakan jaket berwarna coklat tampak ikut aksi ditemani suaminya Paul Partohap. Terlihat Paul yang memakai baju hijau membawa poster dukungan untuk perempuan Iran, Afghanistan, Uyghur hingga LGBT.
"ku berdiri bersama perempuan Iran, perempuan Afghanistan, perempuan Uyghur, BIPOC & LGBTQ+, semua orang yang melawan penindasan dan ketidakadilan," tulis poster yang dibawa Paul yang dikutip Mamagini dari akun Instagramnya, Sabtu (11/3/2023).
Selain itu, Gita Savitri juga mengunggah video suasana aksi peringatan Hari Perempuan Internasional.
Di unggahan fotonya, Gita Savitri menuliskan keterangan bahwa aksinya sebagai bentuk protes terhadap penolakan paham Kapitalisme, Rasisme serta juga Patriarki.
"Smash patriarchy, racism, capitalism all day everyday. But today we hit the street. (Hancurkan patriarki, rasisme, kapitalisme sepanjang hari setiap hari. Tapi hari ini kami berangkat) #iwd2023 #womensday2023," tulis Gita.
Unggahan Gita Savitri pun langsung dibanjiri komentar netizen. Mereka ramai-ramai menghujat aksi Gita Savitri yang mendukung LGBT.
Baca Juga: Beli Rumah Miliaran, Ini 3 Tips Sukses di Usia 20 ala Fuji si Rich Aunty
"LGBTQ? Kakak mau kembali ke zaman Nabi Lut ya? Nauzubillah," tulis akun @nur****
"Feminis bela-bela hak perempuan blabla blabla ujungnya, goalnya pasti sama melumrahkan LGBT," ucap akun @dim****.
"Hijab tapi pro LGBT. Well..That is called hipocrit. I Stand for Islam," kata ach****.
"Gak usah dikasih panggung ni orang, unfollow berjamaah aja. Biar karir influencer berhenti dan jadi warga Jerman biasa aja," papar akun @the****.
"Kak Gita mungkin tulisan LGBT+mohon dihapus, mungkin dengan cara respect dengan cara respect dengan para wanita sudah cukup. Menurutku ya, daripada bahas itu jadi panjang dan bertolak belakang dengan agama," kata akun @nov****
"Bagi sebagian orang apa yang melekat di kepala mba Gita juga simbol pemaksaan loh," ucap akun @her****.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar