/
Kamis, 16 Maret 2023 | 13:30 WIB
Rafael Alun Trisambodo Terancam Hukuman Mati karena Terbukti Rugikan Keuangan Negara, Benarkah? (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa ayah Mario Dandy Satriyo, Rafael Alun Trisambodo terancam hukuman mati karena terbukti rugikan keuangan negara 500 triliun.

Kabar tersebut disebarkan oleh akun Youtube dengan 201 ribu pengikut bernama SEPUTAR INDONESIA melalui sebuah video yang diunggah pada Rabu (15/3/2023).

"TERANCM HUKUMAN MATITRI SAMBODO TERBUKTI RUGIKAN KEUANGAN NEGARA" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Kamis (16/3/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"RUGIKAN NEGARA 500 TRILIUN
RAFAEL ALUN TERANCAM HUKUMAN MATI"

Namun begitu, apakah benar klaim yang menarasikan bahwa Rafael Alun Trisamodo terancam hukuman mati karena terbukti rugikan keuangan negara?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, tidak ditemukan adanya keselarasan antara narasi dalam judul dan thumbnail dengan isi video.

Video tersebut sama sekali tidak menampilkan atau menunjukkan bukti bahwa Rafael Alun Trisambodo telah terbukti rugikan keuangan negara 500 triliun.

Baca Juga: Istimewa: Santap Siang Pakai Voucher GJAW 2023, Sambil Nonton NOAH Manggung Membawakan Lagu Keren

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan Rafael Alun Trisambodo terbukti rugikan keuangan negara 500 triliun.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa unggahan dengan klaim Rafael Alun Trisambodo terbukti rugikan keuangan negara 500 triliun hingga terancam hukuman mati merupakan unggahan yang mengandung informasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More