/
Minggu, 26 Maret 2023 | 22:27 WIB
Viral bocah perempuan yang memeluk ayahnya dari balik jeruji besi penjara (Tiktok)

Beredar video mengharukan yang memperlihatkan seorang bocah perempuan yang memeluk sang ayah dari balik jeruji besi penjara.

Hal tersebut dibagikan oleh akun Tiktok @gondes8787 yang diketahui milik Handoko Dreg diketahui, salah satu anggota dari Polres Muarojambi yang bertugas di Polsek Marosebo.

"Karena kepingin memeluk ayahnya, saya buka pintu sebentar," tulis akun Tiktok @gondes8787 yang dikutip Mamagini, Minggu (26/3/2023).

Dalam video tersebut, terlihat kerinduan sang anak kepada ayahnya yang berada di dalam penjara 

Ayah bocah perempuan itu tampak memeluk dan mencium putrinya dari dalam sel. Bahkan sang ayah terlihat meminta putrinya untuk mencium pipinya.

Tak lama, Handoko Dreg langsung membuka pintu tahanan agar laki-laki tersebut bisa memeluk bocah perempuan itu yang tengah menjenguknnya

Saat pintu sel dibuka, laki-laki yang berada di dalam tahanan langsung menggendong putrinya. Bocah perempuan itu terlihat senang dan rindu saat bertemu dengan sang ayah.

Di unggahan video selanjutnya, laki-laki itu tampak duduk dan memeluk erat putri kecilnya itu.

Bahkan laki-laki itu tampak melepas rindu dan bermain bersama putri kecilnya itu di  ruang tahanan.

Baca Juga: Hasil MotoGP Portugal: Juara Dunia Francesco Bagnaia Menangi Seri Pembuka Musim 2023

"Cinta Pertama anak Perempuan adalah Ayahnya," tulis video di akun tersebut.

Unggahan video tersebut sudah ditonton sebanyak 21 Juta akun Tiktok. Video tersebut juga langsung dibanjiri komentar netizen.

 Netizen ikut haru melihat momen bocah perempuan yang memeluk ayahnya di sel tahanan.

"Mereka memang pernah bersalah,,tp tdak ada salahnya memanusiakan manusia,,karena pada hakikatnya tobat seorang pendosa lebih Allah Cintai," ucap akun @pur***.

"Bayang kan setiap malam anak dan bapak tersebut saling merindukan tidur bersama lagi," tutur akun @ger****.

"Ya Allah g kuat air mata yg bisa menjawab y, sabar y nak," kata akun @bun****.

Tag

Load More