Viral di media sosial sebuah baliho di Bali milik Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) yang ditulis dalam bahasa Rusia.
Dalam akun Instagram @lambe_turah, yang dilihat Senin (17/4/2023), terlihat baliho tersebut ditulis dalam dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Rusia.
Di bagian samping tulisan di baliho yang disebut berada di Jalan Sunset Road itu, terdapat foto Anggiat Napitupulu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumhan Bali.
Dalam baliho tersebut, tertulis, "We welcome all foreign tourist to Bali. As a tourist, you are not permitted to accept any employment or work in Indonesia. Any Foreign National who is disrespectful or contravene the applicable legislation is subject to Deportation and Entry Ban."
Penampakan baliho tersebut sontak saja menjadi perbincangan di media sosial. Banyak warganet bertanya-tanya apa maksud dari digunakannya bahasa Rusia pada baliho tersebut.
"Tuh kan, berarti memang sudah meresahkan sekali warga Rusia," duga warganet.
"Karena lagi marak orang Rusia bermasaah di Bali, banyak case-nya jadi dibuatin gini kali biar lebih paham," komentar warganet.
"Gaez, ini memang ditujukan untuk pelat R. Tidak semua bisa bahasa engress soalnya (lebih fasih bahasa sendiri). Dan ini ditujukan hanya untuk yang tidak punya visa kerja. Yang punya visa kerja juga banyak. Jadi ini himbauan buat yang memang datang berkunjung sebagai wisatawan. Cmiiw," kata waragnet yang lain.
Dugaan warganet di atas kemudian dibenarkan oleh Kepala Seksi Komunikasi dan Informasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Ngurah Rai, Putu Suhendra Tresnadita.
Baca Juga: 14 Tahun Menjabat, Koleksi Tas Mewah Kepala Dinas Kesehatan Lampung Viral
Penggunaan bahasa Rusia selain bahasa Inggris dalam baliho tersebut memang dikarenakan banyaknya WNA Rusia yang berada di Bali. Dengan begitu, diharapkan mereka lebih bisa memahami isi dari himbauan tersebut.
Dan memang, seperti diberitakan sebelumnya, turis Rusia yang tengah mengunjungi Bali beberapa kali viral di media sosial lantaran perbuatan yang dinilai tidak sesuai dengan aturan.
Salah satunya, ada seorang turis yang kedapatan melanggar aturan dengan bekerja sebagai fotografer di Bali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid Jadi Khatib Salat Id di Masjid Raya Baitul Khairaat
-
Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'
-
Hijrah Total, Fariz RM Pensiun dan Berhenti Gunakan Ponsel
-
Film Magellan: Slow Cinema Terindah Tentang Kehancuran
-
Overthinking Masalah Keuangan: Wajar atau Berlebihan?
-
Tips Menyimpan Opor Ayam Sisa Lebaran di Kulkas agar Tahan Lama dan Tetap Enak, Jangan Sampai Basi
-
7 Napi di Sultra Langsung Bebas Setelah Dapat Remisi Khusus
-
Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel
-
Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera
-
100 Ribu Dokumen Rahasia Mossad Bocor! Kelompok Hacker Klaim Ungkap Operasi Global Israel