/
Jum'at, 28 April 2023 | 16:24 WIB
Ilustrasi Indomie (Pixabay/ Gian Yasa)

Masyarakat masih mempertanyakan apakah temuan Indomie di Taiwan yang mengandung zat pemicu Kanker juga ditemukan di Indonesia.

Sebelumnya Departemen Kesehatan Pemerintah Kota Taipei pada Senin (24/4/2023) melaporkan bahwa beberapa bungkus Indomie yang diperiksa memiliki kadar etilen oksida yang berlebihan, sehingga mampu meningkatkan risiko limfoma, leukimia, kanker perut dan payudara.

Mereka melakukan inspeksi acak yang dilakukan otoritas setempat terhadap 30 produk mi instan tahun 2023.

Selain, Indonesia, kandungan yang sama juga ditemukan pada beberapa produk makanan instan dari Malaysia yang dijual di Taiwan.

Bagaimana dengan Indomie di Indonesia?

Kepala BPOM RI Penny K Lukito menyebut produk Indomie di Indonesia masih memenuhi syarat keamanan dan mutu produk sebelum diedarkan secara luas.

Penny lebih lanjut mengungkap Taiwan memiliki standar yang berbeda dengan Indonesia kala mengukur kandungan etilen oksida di makanan.

"Kadar 2-CE yang terdeteksi pada sampel mi instan di Taiwan (0,34 ppm). (Angka) itu masih jauh di bawah BMR 2-CE di Indonesia dan di sejumlah negara lain, seperti Amerika dan Kanada," kata Penny dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/4/2023).

Selanjutnya, BPOM minta Indofood melakukan mitigasi risiko terhadap kandungan zat berbahaya lainnya. Ini demi mencegah kejadian tersebut terjadi di Tanah Air.

Baca Juga: Cek Fakta: Video Adegan Panas Virgoun dan Selingkuhan Tersebar, Benarkah?

"BPOM memerintahkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk untuk melakukan mitigasi risiko. (Langkah itu) guna mencegah terjadinya kasus berulang," bunyi keterangan resmi BPOM pada Kamis (27/4/2023).

===============================================================

Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More