/
Senin, 08 Mei 2023 | 11:52 WIB
Cek Fakta: Gara-Gara Kasus E-KTP dan 349 T, Warga Usir Ganjar Pranowo hingga Lari Terbirit-birit, Benarkah? (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa Ganjar Pranowo diusir warga dari daerahnya sendiri karena kasus E-KTP dan 349 T.

Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 239 ribu pengikut bernama LIDAH RAKYAT melalui sebuah video yang diunggah pada 7 Mei 2023.

"Gara2 Kasus E-KTP & 349 TWarga Usir Ganjar Dari Daerahnya Sendiri, Sampai Lari Terbirit-birit " begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Minggu (7/5/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"KENCING DI CELANA
GANJAR SAMPAI LARI TERBIRIT-BIRIT
DI USIR DARI DAERAHNYA SENDIRI, BUNTUT KASUS E-KTP & 349T JADI BEGINI"

Namun begitu, apakah benar Ganjar Pranowo diusir warga dari daerahnya sendiri karena kasus E-KTP dan 349T hingga lari terbirit-birit?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Ganjar Pranowo yang lari terbirit-birit karena diusir warga.

Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Ganjar Pranowo diusir warga dari daerahnya sendiri karena kasus E-KTP dan 349 T.

Baca Juga: Sibuk Safari ke Jawa Timur, Ganjar Dikritik: Jateng Kau Bikin Sengsara, Kini Sibuk Kampanye ke Surabaya

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan Ganjar Pranowo diusir warga dari daerahnya sendiri karena kasus E-KTP dan 349 T hingga lari terbirit-birit.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi Ganjar Pranowo diusir warga dari daerahnya sendiri karena kasus E-KTP dan 349T hingga lari terbirit-birit merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More