Beredar kabar yang menarasikan bahwa Ganjar Pranowo gagal menjadi calon presiden karena kasus mega korupsi dan secara resmi telah keluar dari partai PDIP.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 239 ribu pengikut bernama LIDAH RAKYAT melalui sebuah video yang diunggah pada 10 Mei 2023.
"Seluruh Berkas Di Serahkan Ke MegawatiGanjar Resmi Keluar Dari Pd1 Gara2 Kasus Besar Ini" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Kamis (11/5/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"BERKAS DISERAHKAN!!
GANJAR KELUAR DARI PD1
BATAL NYAPRES, KASUS MEGA KORUPSI BUAT DIRINYA HARUS TERIMA KENYATAAN INI"
Namun begitu, apakah benar Ganjar Pranowo gagal menjadi calon presiden dan secara resmi keluar dari partai PDIP karena kasus mega korupsi?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Ganjar Pranowo yang gagal menjadi calon presiden.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Ganjar Pranowo secara resmi keluar dari partai PDIP.
Baca Juga: Cek Fakta: Jenderal Dalang Penembakan di Kantor MUI Ternyata Orang Internal Polri, Benarkah?
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan Ganjar Pranowo gagal menjadi calon presiden karena kasus mega korupsi dan secara resmi keluar dari partai PDIP.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi Ganjar Pranowo gagal menjadi calon presiden karena kasus mega korupsi dan secara resmi keluar dari partai PDIP merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Jenderal Dalang Penembakan di Kantor MUI Ternyata Orang Internal Polri, Benarkah?
-
Dipimpin Hasto Naik Delman, PDIP Daftarkan Caleg ke KPU dengan Parade Budaya
-
Cek Fakta: Hotman Paris Temukan Bukti Ini, Satrio dan Salshadilla Tak Berkutik saat Diciduk, Benarkah?
-
Anies Tantang Pilpres Jadi Ajang Adu Rekam Jejak, PDIP Yakin Ganjar Lebih Unggul
-
PDIP DKI Sebut Anies Bakal Keok Adu Gagasan Lawan Ganjar: Suka Kasih Harapan Kosong ke Warga Saat Jadi Gubernur
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Pimpinan Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura
-
Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026 Diumumkan Jam Berapa? Ini Jadwal Resminya
-
Lebaran dan Tradisi: Antara Rindu, Ritual, dan Makna yang Selalu Kembali
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Sedih dan Menyentuh Hati Mengingatkan Kita Tentang Kehilangan Ramadan
-
Heboh! Bude Wellness Klaim Herbal Dapat Obati TBC, Ini Faktanya
-
BRI Peduli Salurkan 2.000 Paket Sembako Sambut Hari Nyepi Saka 1948
-
Puncak Arus Mudik Gelombang Kedua: 50 Ribu Lebih Kendaraan Serbu Jalur Puncak Bogor!
-
Awas Modus Grup WA! Polisi Ciduk Belasan Travel Gelap Antar Pemudik ke Pelosok Sukabumi
-
Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum
-
DPRD Sumsel: 7 Fakta Anggaran dan Fasilitas Rumah Dinas Pimpinan yang Jadi Sorotan Publik