Baru-baru ini, viral pedagang suvenir keliling di Paris yang menawarkan dagangannya dalam bahasa Indonesia yang sangat fasih.
Dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @ndorobei.official, tampak pedagang berkulit hitam tersebut menawarkan dagangannya yang berupa gantungan kunci dan miniatur Eiffel kepada turis Indonesia.
"Ini lima belas," kata pedagang itu ketika ditanya harga barang dagangannya oleh salah seorang turis Indonesia.
"Tidak mahal saudara. Ini kan kita semua orang Indonesia, saya juga," kata pedagang itu.
Pedagang yang menjajakan dagangannya sambil duduk lesehan di pelataran gedung itu kemudian menawarkan dagangannya yang lain kepada para turis yang ada di sekitarnya.
"Tiga 10 (Euro) boleh. Untuk orang Indonesia, Jakarta, Malang, Surabaya, Bandung, Bali, Sumatera, Jawa, Jogja, Ambon, Kalimantan. Orang baik, orang jujur," ujar pedagang tersebut.
Pedagang itu kemudian berteriak memanggil para turis lainnya, mempromosikan barang dagangannya dalam Bahasa Indonesia.
"Ibu-ibu, bapak ibu di sini kalau mau beli, saya jualan lebih murah di sini," teriaknya.
Sontak saja unggahan ini menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi video itu. Bahkan, tak sedikit yang menyebut kalau suasana di tempat wisata di Paris itu jadi terasa seperti di Tanah Abang.
Baca Juga: Ogah Usut Informan Denny Indrayana Soal Bocoran Putusan Hakim, MK: Bukan Orang Dalam
"Kanye west," kata warganet.
"Bisa-nya di Paris berasa di Tanah Abang," komentar warganet lain.
"Saking orang Indonesia banyak yang belanja, para pedagang sampe les bahasa," warganet lain menyimpulkan.
"Wkwkw kirain di Makkah Madinah aja yang kayak gini. Di paris ada juga toh," pungkas warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional