/
Rabu, 14 Juni 2023 | 18:32 WIB
Bacapres dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan (tengah) memberikan keterangan pers di kawasan Brawijaya, Jakarta, Selasa (30/5/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pegiat media sosial Denny Siregar menyebut nasib partai Nasdem sedang diujung tanduk.

"Kalau bisa saya bilang partai yang paling bingung sekarang ini adalah partai NasDem. Partai yang dikomandani Surya Paloh ini benar-benar sedang di ujung tanduk," ujar Denny Siregar dikutip suaraliberte via tayangan YouTube Cokro TV, Rabu (14/6).

Penyebabnya kata Denny bermula sejak Nasdem menyatakan mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

"Sejak mereka mendeklarasikan diri sebagai partai pengusung Anies Baswedan untuk calon presiden mereka," ungkapnya.

Lanjut dia, Nasdem tak bisa mengusung Anies Baswedan sendirian karena tidak memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden (Presidential Threshold).

"Sebagai catatan NasDem hanya punya kursi sebanyak 10,26 persen saja di DPR RI, jadi mereka belum layak untuk mencalonkan calon presiden sendirian di Pilpres 2024," tutur Denny Siregar.

Untuk itu, kata Denny Nasdem perlu mengajak dua partai lagi untuk bergabung agar memenuhi syarat pencalonan di Pilpres 2024 nanti.

"Karena itulah NasDem mengajak Demokrat dan PKS bersama-sama dan mengikatkan diri dalam koalisi perubahan, supaya bisa memenuhi syarat untuk mencalonkan Anies Baswedan," tandasnya.

Sementara koalisi perubahan yang terbentuk yakni Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai elite NaDem Ahmad Ali tidak serius menggaungkan Anies Baswedan.

Baca Juga: Disambangi ke Istana, Jokowi Kasih Putri Ariani 'Sangu' Buat ke Amerika

Bahkan menurutnya, merekalah yang telah menyebabkan elektabilitas Anies Baswedan berada di urutan ketiga setelah bacapres lainnya, seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

"Ya harusnya itu lah poin pertama (tidak maksimal sosialisasi Anies), harusnya itu lah uang menjadi (permasalahan) kita. Koalisi kan sudah terbentuk, di dalam koalisi ini yang disepakati itu hanya 1 poin, tentang capres," ucapnya dikutip dari Tv One.

Load More