- Harga cabai rawit tercatat menembus Rp67 ribu per kilogram.
- Kenaikan harga ini menjadikan komoditas ini dengan harga tertinggi.
- Harga cabai rawit merah naik Rp1.442 atau 2,19 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Suara.com - Harga cabai rawit merah kembali melonjak pada Jumat (6/2/2026). Di tengah mayoritas komoditas yang justru mengalami penurunan, harga cabai rawit tercatat menembus Rp67 ribu per kilogram.
Berdasarkan Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga cabai rawit merah naik Rp1.442 atau 2,19 persen dibandingkan hari sebelumnya menjadi Rp67.213 per kilogram. Kenaikan ini menempatkan cabai rawit sebagai komoditas dengan harga tertinggi di kelompok cabai hari ini.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan jenis cabai lainnya. Harga cabai merah besar justru turun Rp1.273 atau 3,27 persen ke level Rp37.600 per kilogram. Cabai merah keriting juga tercatat melemah Rp431 atau 1,07 persen menjadi Rp39.910 per kilogram.
Lonjakan harga cabai rawit terjadi di tengah tren penurunan harga sejumlah bahan pangan pokok. Komoditas beras, misalnya, mayoritas bergerak turun. Harga beras SPHP tercatat melemah Rp22 atau 0,18 persen menjadi Rp12.447 per kilogram.
Harga beras medium non-SPHP turun Rp67 atau 0,48 persen ke posisi Rp13.890 per kilogram. Beras medium juga turun Rp86 atau 0,64 persen menjadi Rp13.320 per kilogram, sementara beras premium melemah Rp79 atau 0,51 persen ke level Rp15.519 per kilogram.
Di sisi lain, beras khusus lokal justru mengalami kenaikan Rp139 atau 0,88 persen menjadi Rp15.918 per kilogram, meski kenaikannya tidak setajam lonjakan cabai rawit merah.
Tekanan harga cabai rawit juga terjadi saat harga bawang-bawangan relatif terkendali. Harga bawang merah tercatat turun Rp1.319 atau 3,24 persen menjadi Rp39.393 per kilogram. Bawang putih bonggol melemah Rp922 atau 2,38 persen ke level Rp37.737 per kilogram.
Komoditas pendukung lainnya juga berada di zona hijau penurunan. Harga jagung tingkat peternak turun Rp168 atau 2,40 persen menjadi Rp6.826 per kilogram. Kedelai biji kering impor tercatat turun Rp162 atau 1,48 persen ke posisi Rp10.763 per kilogram.
Dari kelompok protein hewani, harga daging ayam ras turun Rp418 atau 1,06 persen menjadi Rp39.183 per kilogram. Telur ayam ras juga melemah Rp262 atau 0,86 persen ke level Rp30.075 per kilogram.
Baca Juga: Awal Februari, Harga Beras dan Cabai Rawit Kompak 'Nanjak'
Harga daging sapi murni menjadi salah satu pengecualian dengan kenaikan tipis Rp662 atau 0,49 persen menjadi Rp136.837 per kilogram. Sementara itu, daging kerbau beku impor dan daging kerbau segar lokal masing-masing mengalami penurunan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
IHSG Rungkad, Saham Apa yang Masih Layak Dibidik?
-
BCA Minta Gen Z Tak Gegabah Beli Kendaraan Lewat Skema Cicilan
-
BRI Salurkan Rp16,16 Triliun KPR Subsidi untuk Program 3 Juta Rumah
-
IIMS 2026: PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, 5.000 SPKLU Tersebar Nasional
-
Purbaya Jawab Rating Negatif Moody's, Siap Koreksi Anggaran MBG Jika Ada Pemborosan
-
BTN Bidik Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi di 2026
-
Dialog Oman Dimulai, Harga Minyak Dunia Merosot pada Akhir Pekan
-
Meski Tengah Gonjang-Ganjing, OJK Pede Bisa Koleksi Rp 250 T dari Pasar Modal
-
Bahlil Sedang Urus Tata Administrasi, Tambang Emas Martabe Mau di Nasionalisasi?
-
Moody's Tebar Peringatan Dini buat Prabowo: Kebijakan Ugal-ugalan!