David Ozora, korban penganiayaan brutal yang dilakukan Mario Dandy, sempat mengalami koma selama 38 hari. Saat itu, sang ayah, Jonathan Latumahina, mengaku sangat sedih dan stres melihat kondisi sang anak.
"Pikiran saya, apakah ini akan berakhir, atau akan sampai di mana," kata Jonathan Latumahina ketika menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier.
Kepada Deddy Corbuzier, Jonathan Latumahina pun mengakui bahwa dirinya rela melakukan apa saja agar sang anak bisa kembali pulih, meski syaratnya berat.
Di tengah kesedihannya itu, tokoh GP Ansor itu pun menceritakan tentang amalan berat yang dilakukannya demi kesembuhan sang anak.
Amalan tersebut disampaikan oleh Eny Retno istri Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil.
"Tiba-tiba saya dikasih tasbihnya milik mbah Cholil, bapaknya Gus Yaqut almarhum," cerita Jonathan Latumahina.
Menurut Jonathan Latumahina, tasbih tersebut merupakan milik almarhum K.H. Muhammad Cholil Bisri, ulama sekaligus salah satu tokoh penting di Nahdlatul Ulama.
"Ini tasbih punya abah. Aku dulu mengalami hal yang berat, dan aku doa dan akhirnya diijabah oleh Allah. Amalannya adalah kamu Al-Fatihah 100 kali dan doa satu aja untuk kesembuhan David," ujar Jonathan Latumahina, menirukan ucapan Eny Retno kepadanya.
"Tapi syaratnya berat, kamu harus bersih, nggak boleh ada dendam, nggak boleh ada sakit hati," kata Eny Retno saat itu.
Baca Juga: Hore! Penumpang MRT, KRL, dan Transjakarta Boleh Naik Tanpa Pakai Masker
Jonathan Latumahina mengaku bahwa syarat tersebut sangatlah berat. Ia bahkan sampai merasa tak mampu melakukannya, mengingat di hatinya hanya dipenuhi dendam pada para pelaku penganiayaan sang anak.
"Aku stres banget, gimana caranya? Itu hari Kamis. Malamnya nyoba, nggak bisa. Yang kebayang cuma David diinjak-injak, pelakunya ini ini ini. Hari kemudian, nggak bisa lagi," ungkapnya.
Jonathan Latumahina akhirnya baru bisa melakoni amalan berat tersebut pada Minggu pukul 2 dini hari. Esok harinya, David Ozora membuka matanya.
"Kok suasana tiba-tiba enak. Sepertiga malam itu kadang ada yang tiba-tiba enak banget, tenang. Kalau orang Jawa bilang ayem. Niat, bisa sampai 100 Al-Fatihah, kemudian doa. Dan tahu nggak, setelah doa aku tidur. Enak banget tidur. Bangun jam 7, ke rumah sakit, David melek," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan