/
Rabu, 28 Juni 2023 | 11:18 WIB
Pondok Pesantren Al Zaytun [Instagram]

Pondok Pesantren Al Zaytun yang dibangun oleh Panji Gumilang dituduh mengajarkan ajaran sesat. Selain itu juga dituduh terafiliasi dengan Negara Islam Indonesia atau NII yang sudah dilarang oleh pemerintah Republik Indonesia.

Akibatnya, baru-baru ini di demo warga setempat. Menjawab pertanyaan itu dalam satu siaran di Metro TV, Panji Gumilang justru memberikan pertanyaan kembali kepada sang pembawa acara supaya dia menyimpulkan siapa yang memberikan stigma bahwa Al Zaytun mengajarkan tentang ajaran sesat.

Tuduhan itu dilatarbelakangi dari beberapa fenomena yang ditunjukkan dengan gamblang oleh Al Zaytun, salah satunya adalah ketika shalat Idul Fitri ada perempuan di antara para pria.

"Yang menuduh sesat bukan mereka kalau mereka, orang lain-lain, tidak akan terpengaruh, yang memberikan tuduhan itu unsur yang menganggap dirinya punya wewenang," ungkap Panji Gumilang, dilansir dari Hops.id 28 Juni 2023.

Panji Gumilang membantah dengan mengatakan bahwa Al-Zaytun memiliki kurikulum yang jelas.

"Kurikulum Departemen Agama, Kurikulum Diknas, kita combine dan itu mendapatkan akreditasi," imbuh Panji Gumilang.

Selain itu jenjang pendidikannya, tingkat dasar hingga tingkat menengah sampai tingkat atas memiliki akreditasi A unggul.

Panji Gumilang menambahkan, jika Al Zaytun memang mengajarkan tentang ajaran sesat, sudah sejak dulu pasti tidak akan berkembang.

"Kemudian kalau hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan shalat, kemudian ada wanita,, saya mengedepankan fiqih sosial mengangkat harkat martabat wanita yang selama ini terpinggirkan," pungkas Panji Gumilang.

Baca Juga: Kesadaran Lingkungan Perlu Dilaksanakan Sebelum Ibadah Haji

Menurut Panji Gumilang dengan pemahaman Al Qurannya yang selama ini dipelajarinya, harusnya tidak pernah ada yang dikesampingkan atau sejajar.

"Itu hak asasi manusia untuk menjalankan ibadah menurut keyakinannya, dasar kami Al quran," imbuhnya.

Kelaziman yang biasa dilakukan oleh masyarakat itu bisa saja terjadi, namun berbeda dengan mereka yang memahami Alquran bukan secara tafsir begitu menurut Panji Gumilang.

Panji Gumilang juga mengatakan bahwa pemahaman Al quran itu ditanamkan kepada generasi yang diajarkan untuk mencintai negara supaya bisa memahami ajarannya dengan baik.

Load More