/
Jum'at, 30 Juni 2023 | 18:59 WIB
Prabowo Subianto (Instagram/@prabowo)

Dua kali berturut-turut, Prabowo Subianto kalah dalam pemilihan presiden (pilpres) melawan Jokowi. Meski begitu, setelah pilpres 2019 lalu, Prabowo Subianto akhirnya memutuskan merapat dan menjadi menteri Jokowi

Tak sedikit publik terkejut ketika akhirnya Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan. Apa alasan Prabowo Subianto mendadak merapat ke Istana usai berduel habis-habisan dengan Jokowi saat pilpres 2019 hingga berakhir di sidang Mahkamah Konstitusi (MK)?

Dalam acara Mata Najwa yang disiarkan di YouTube Najwa Shihab, Prabowo Subianto memandang bahwa rekonsiliasi dengan pemerintahan Jokowi merupakan jalan terbaik yang bisa ditempuh pada saat itu.

"Saya berpikir dan saya menilai insting saya, rekonsiliasi itu jalan yang terbaik makanya saya putuskan, ya, rekonsiliasi," tuturnya. 

Namun, usai menyatakan dukungan kepada pemerintah, Prabowo Subianto mengaku awalnya enggan menjadi salah satu anggota menteri di kabinet baru Jokowi.

Ia mengaku bahwa awalnya sempat menawarkan diri untuk menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sebelum diberi tugas sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) di Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tapi terus ada tawaran-tawaran, dan akhirnya berhasil saya diyakinkan untuk masuk, dan waktu saya masuk. Tadinya saya terus terang saja, mintanya, saya mintanya jadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden," jelasnya.

Load More