Beredar di media sosial, video dengan klaim Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu dibubarkan. Informasi tersebut diunggah oleh akun Youtube Benang Merah.
Dalam video tersebut tertulis judul di thumbnail 'Ditelanjangi Habis Habisan, Ponpes Az Zaytun Akhirnya dibubarkan.
Melalui thumbnail di video, ditampilkan foto Panji Gumilang yang diedit tengah digiring aparat kepolisian.
Sedangkan di keterangan video Youtube tertulis judul 'GEMPAR HARI INI || HUKUMAN PANJI GUMILANG AKHIRNYA DI JALANKAN,kpk'.
Dalam video tersebut, narator menjelaskan soal isu ajaran sesat yang diajarkan oleh Ponpes Al Zaytun.
"Isu tentang ajaran sesat yang diajarkan oleh Pondok Pesantren Al Zaytun seolah tak ada habisnya. Pertama tentang saf salat perempuan yang dikatakan pihak mereka boleh berada di depan," ujar narator yang dikutip Mamagini.Suara.com dari Youtube Benang Merah, Senin (3/7/2023).
Selain itu, narator video juga menyinggung soal Ponpes Al Zaytun yang mengubah rukun Islam.
"Yang lainnya yang mencenangkan adalah Panji Gumilang berkata orang Indonesia nggak perlu naik haji ke Mekkah karena Indonesia merupakan Tanah Suci. Ponpes ini merubah rukun Islam dan merubah beberapa hal yang seharusnya tidak boleh dirubah seperti syahadat Tiada Tuhan Selain Allah menjadi Tiara Negara Selain Negara Islam. Lempar jumrah bukan batu melainkan uang," kata narator video.
Penjelasan
Baca Juga: Ulasan Buku 'Kuda Kayu Bersayap', Sikap Saling Menghargai dalam Bertetangga
Berdasarkan penelusuran dengan melihat secara lengkap video tersebut 8 menit 5 detik tidak ditemukan video atau foto atau bukti valid dari klaim Ponpes Al Zaytun akhirnya dibubarkan.
Video tersebut menarasikan soal isu ajaran sesat yang diajarkan oleh Ponpes Al Zaytun.
Video tersebut juga tidak terdapat kesesuaian antara judul dan thumbnail video yang diunggah dengan isinya. Foto yang digunakan di thumbnail video pun juga merupakan hasil rekayasa.
Pasalnya polisi masih selidiki laporan dugaan penistaan agama yang terjadi di Ponpes Al Zaytun. Sehingga klaim Ponpes Al Zaytun akhirnya dibubarkan adalah konten dengan koneksi yang salah.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, klaim Ponpes Al Zaytun akhirnya dibubarkan adalah hoaks atau tidak benar. Narasi tersebut masuk ke dalam kategori konten menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Pemprov Sulteng Tegaskan Aturan Beasiswa Ganda: Pilih Satu atau Dana Harus Dikembalikan
-
Akankah Mitsubishi Lancer Evo Kembali Mengaspal? Ini Kata sang Bos Baru
-
Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen
-
Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu
-
Review Never Change!: Komedi Absurd yang Kacau, Gila, dan Sulit Dijelaskan
-
Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI
-
Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya
-
Potensi Perdagangan Karbon di Bali Rp1,7 Triliun
-
Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026
-
Geothermal Indonesia Makin Canggih, Geo Dipa Energi Adopsi Teknologi Cloud