/
Senin, 03 Juli 2023 | 17:59 WIB
CEK FAKTA: Semua Aset Kekayaan Disita, Panji Gumilang Ternyata Didanai Teroris, Benarkah?

Beredar di media sosial, video dengan klaim semua aset kekayaan disita, ternyata Panji Gumilang didanai teroris. Informasi tersebut diunggah oleh akun Youtube Benang Merah.

Dalam video tersebut tertulis judul di thumbnail 'Semua Aset Kekayaan Disita Ternyata Panji Gumilang didanai teroris.

Melalui thumbnail di video, ditampilkan foto Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang yang disandingkan dengan foto aparat kepolisian yang tengah melakukan penyitaan.

Sedangkan di keterangan video Youtube tertulis judul 'GEMPARKAN PUBLIK || SEMUA ASET KEKAYAAN PANJI GUMILAN DISITA'.

Dalam video tersebut, narator menyebut 256 rekening Panji Gumilang disorot karena dinilai tak wajar.

"256 rekening Panji Gumilang disorot. Yunus Husein itu sudah tidak wajar," ujar narator dalam video yang dikutip Mamagini.Suara.com dari Youtube Benang Merah, Senin (3/7/2023).

Penjelasan 

Berdasarkan penelusuran dengan melihat secara lengkap video tersebut 8 menit 10 detik tidak ditemukan video atau foto atau bukti valid dari klaim semua aset kekayaan disita, ternyata Panji Gumilang didanai teroris.

Video tersebut membahas soal 256 rekening Panji Gumilang yang disorot karena dinilai tak wajar.

Baca Juga: Rendy Kjaernett Mau Akui Selingkuh dengan Syahnaz Gara-gara Pesan Denny Sumargo Ini...

Video tersebut juga tidak terdapat kesesuaian antara judul dan thumbnail video yang diunggah dengan isinya. Foto yang digunakan di thumbnail video pun juga merupakan hasil rekayasa.

Sehingga klaim semua aset kekayaan disita, ternyata Panji Gumilang didanai teroris adalah konten dengan koneksi yang salah. Pasalnya hingga kini belum ada pernyataan resmi dan bukti valid soal semua aset kekayaan disita ternyata Panji Gumilang didanai teroris

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, klaim semua aset kekayaan disita, ternyata Panji Gumilang didanai teroris adalah hoaks atau tidak benar. Narasi tersebut masuk ke dalam kategori konten menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More