Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melakukan advokasi kepada DPR terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai pengambilan alih harta terkait kejahatan. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk menyuruh-nyuruh DPR dalam konteks ini.
Berikut lima fakta tentang perkembangan terbaru RUU Perampasan Aset:
1. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, menyatakan bahwa pemerintah akan terus melakukan upaya persuasif kepada DPR dalam pembahasan RUU perampasan aset terkait tindak pidana. Dia menekankan bahwa pemerintah tidak memiliki wewenang untuk memerintah DPR.
2. Yasonna mengatakan bahwa pemerintah akan mengadakan pertemuan dengan pimpinan DPR untuk mempercepat pembahasan RUU perampasan aset. Dia juga akan memastikan pembentukan panitia khusus untuk membahas RUU tersebut.
4. Walau demikian, Yasonna menegaskan bahwa pemerintah dan DPR akan menyelesaikan pembahasan RUU perampasan aset sebelum masa tugas DPR berakhir, karena itu merupakan prioritas utama pemerintah. Yasonna juga menyatakan bahwa pemerintah saat ini sedang menunggu undangan resmi dari DPR.
5. DPR belum membacakan surat presiden yang memerintahkan pembahasan RUU perampasan aset terkait tindak pidana. Menurut Wakil Ketua DPR, sembilan fraksi di DPR masih belum sepakat terkait RUU tersebut. Ketua DPR, Puan Maharani, mengklaim bahwa Komisi III sedang membahas tiga RUU lainnya dan fokus terlebih dahulu untuk menyelesaikan ketiga RUU tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo