Olahraga sepak bola selalu dikaitkan dengan pendukung tim alias suporter. Tak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia, pendukung memiliki peran penting dalam suatu klub.
Namun, pendukung ini memiliki berbagai tujuan saat mereka memutuskan untuk datang ke stadion, bukan hanya sekadar menyaksikan pertandingan.
Beberapa tujuan mereka antara lain mencari hiburan, memberikan dukungan kepada klub favorit, atau mengekspresikan sikap politik tertentu. Dari sinilah bermunculan berbagai jenis pendukung.
Berikut ini adalah beberapa jenis pendukung yang ada di dunia dikutip dari Bolatimes:
1. Ultras
Ultras adalah kelompok pendukung yang tergolong ekstrem dan muncul pada akhir tahun 1960-an di Italia. Awalnya, mereka membentuk kelompok yang menempati tribun berdiri di belakang gawang dengan nama Brigade, Fedayeen, atau Comanndo.
Kelompok ini seringkali mengenakan pakaian serba hitam, seperti syal dan jaket hoodie, mereka selalu berdiri dan menyanyikan chant sambil mengibarkan bendera.
Ultras cenderung memiliki sikap politik, dan mereka mengekspresikan aspirasi melalui spanduk-spanduk yang terpasang di stadion.
Kelompok ini terorganisir dengan baik, meskipun kadang-kadang lebih bersifat anonim, dan mereka tidak segan untuk memprotes kebijakan klub yang dianggap tidak menguntungkan.
Baca Juga: Mantan Pelatih Timnas Indonesia Ini Didepak dari Persib usai Baru Jalani 3 Pertandingan BRI Liga 1
2. Casual/Hooligan
Casual dan hooligan sebenarnya adalah dua kelompok yang berbeda. Hooligan muncul pada tahun 1960-an dan merujuk pada pendukung Inggris yang melakukan perjalanan ke luar kota untuk mendukung tim kesayangan.
Beberapa kelompok hooligan terkenal antara lain Gooners, The Herd, Villa Hardcore, Zulu's Army, Headhunters, The Army, dan The Urchins.
Pendukung ini memiliki tradisi "away day" di mana mereka mengawal tim kesayangan ke luar kota. Beberapa orang menganggap perilaku hooligan cenderung kasar.
Mereka suka minum-minum dan sering terlibat dalam kerusuhan. Fanatisme mereka kadang-kadang berujung pada kekerasan antar kelompok hooligan, yang termasuk dalam tragedi Heysei dan Hilsborough.
Sementara itu, Casual muncul setelah pemerintah Inggris secara resmi melarang hooliganisme. Larangan ini diberlakukan antara tahun 1958 hingga 1990 sebagai respons terhadap tragedi Hilsborough pada tahun 1985.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Ada 402 Rumah Sakit Angker Korea, Intip 5 Film Terbaru di Bioskop Pekan Ini
-
Nomor yang Tak Pernah Berganti, IM3 Temani Zelvan dari Bangku SMP hingga Cari Penghasilan
-
Kenapa Wasit Untungkan Lionel Messi Cs? Paredes Kartu Kuning, Embolo Malah Kartu Merah
-
5 Rekomendasi HP OPPO 5G 2026, Spek Gahar Harga Masih Masuk Akal
-
Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet
-
Brasil Tersingkir dari Piala Dunia, Neymar Hamburkan Rp150 juta di Meja Judi
-
Tempat Budidaya Ribuan Ikan Arwana Tanpa Izin di Pekanbaru Disegel
-
Pelajaran PPKn vs Realita Politik: Mengapa Kita Merasa Ada yang Salah?
-
Listrik Gratis dari Air: Rahasia Desa di Kulon Progo yang Tetap Menyala Saat PLN Padam
-
Swiss Main 10 Orang! Messi Mandul, Argentina Dipaksa Main hingga Perpanjangan Waktu