Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD disebut hanya pencitraan dalam menyikapi berbagai masalah negara.
Ketika itu, ia ditanya di Podkabs atau podcast resmi Sekretariat Kabinet RI saat memantau kebijakan pemerintah dan berdiskusi dengan langsung dengan warga.
Misalanya saat Mahfud berkunjung ke Natuna tahun 2021 untuk memantau batas wilayah dan kawasan perbatasan.
Namun bagi Mahfud MD, ia tak masalah dicap pencitraan karena menilai bahwa pejabat publik memang harus mencitrakan diri.
“Nggak apa-apa. Saya sering dibilang pencitraan. Lah kan memang pejabat itu harus mencitrakan dirinya baik ya,” katanya, seperti dikutip Hops.ID dari kanal YouTube Sekretariat Kabinet RI pada Selasa, 25 Juli 2023 via hops.id.
“Kecuali ingin pencitraan untuk dapat sesuatu yang lain. Kalau agar saya dinilai baik oleh masyarakat kan tidak apa-apa,” sambungnya.
Mahfud juga menceritkaan sikapnya soal “pencitraan” ketika Indonesia dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
“Dulu kenapa orang sering ngeritik seseorang itu waktu zaman Pak SBY ya, ‘Itu Pak SBY kerja seperti itu untuk pencitraan’,” kata Mahfud MD.
“Saya bilang, saya nulis, waktu itu yang ngritik Pak Adnan Buyung Nasution. Saya nulis di koran, ‘Lah kan memang orang harus mencitrakan dirinya bagus. Masa mau buat pencitraan jelek?’,” tambahnya.
Baca Juga: Momen Lamaran Anak Disorot Gara-Gara Seserahan Mewah, Hotman Paris: Biasa Aja, Sesuai Adat
Menurut Mahfud MD, pejabat publik justru perlu pencitraan agar masyarakat bisa memiliki gambaran atau citra terkait sang pejabat.
“Kalau saya jadi Presiden ya bekerja, biar rakyat punya gambaran, citra, ya itu bagus, gitu. Kan tidak apa-apa. Oleh sebab itu saya ndak peduli (orang bilang) ‘Eh, Pak Mahfud tu begitu pencitraan.’ Iya memang, mau apa?” katanya
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan
-
WNA Asal Portugal Bawa 50 Amunisi di Bandara Ngurah Rai
-
Napas Sesak di Tengah Malam: Warga Plemahan Jombang Geruduk Pabrik Plastik yang Mencemari Lingkungan
-
Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I
-
Patut Ditiru! Ini Cara Elegan Cristiano Ronaldo Bungkam Kritik di Piala Dunia 2026
-
Kulit Eksim? Ini 5 Rekomendasi Body Lotion Lokal dengan Formula Aman
-
3 Bedak Padat Translucent yang Bikin Makeup Flawless, Lengkap Review Pengguna
-
Dua Warga Alami Luka Tembak, Mess PT BCP Dibakar: Apa yang Terjadi di Lempuing?
-
Terancam PHK, Pekerja SPPG Kepung DPRD Sulsel: Jangan Hentikan Program MBG
-
Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo, Pesertanya Ada yang Dibayar Rp 200 Ribu