Penghuni Rutan KPK mengaku sudah tidak nyaman dengan ulah Gubernur Papua nonaktif, Lukas Enembe. Ia diinformasikan berperilaku jorok sehingga membuat tahanan lain tidak nyaman.
Keluhan tersebut disampaikan 20 warga tahanan Rutan KPK yang bersurat ke majelis hakim PN Jakarta Pusat dan Pimpinan KPK.
Selama enam bulan terakhir di rutan, Lukas Enembe sering buang air kecil di celana dan tempat tidur. Bahkan ia juga tidur di kasur bekas kencingnya itu, yang tidak pernah diganti.
"Dalam surat yang ditandatangani John Irfan, tahanan Rutan dan 19 tahanan rutan lainnya, menuliskan bahwa Bapak Lukas Enembe selama enam bulan di rutan, selalu kencing di celana dan di tempat tidur," kata Petrus Bala Pattyona, ketua tim hukum dan advokasi Gubernur Papua dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/8).
Selain ngompol di celana dan kasur, ulah Lukas Enembe yang tak kalah meresahkan adalah tidak membersihkan diri atau cebok usai buang air besar (BAB).
Petrus turut menyampaikan bahwa para tahanan mengaku tidak sanggup lagi dengan perilaku tersebut. Petugas rutan KPK pun dinilai tidak melakukan tindakan khusus atas hal tersebut.
Tak berhenti sampai di situ, perilaku jorok lainnya dari Lukas Enembe yang dikeluhkan yakni meludah. Hal ini dilakukannya dimanapun ia berada, baik di lantai atau tempat lain.
"Kencing di celana di kursi di ruang bersama, meludah ke lantai ataupun di tempat tempat lain di mana dia berada, tidak pernah membersihkan diri setelah buang air besar, dan tidur di atas kasur yang sudah berbau pesing, oleh karena kasur tersebut tidak diganti," beber Petrus.
Karena keluhan itu, KPK pun berkoordinasi dengan pihak rumah tahanan untuk menyelesaikannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Tips Sederhana Rawat Mobil Mazda Sebelum Lakukan Perjalanan Mudik Lebaran 2026
-
Tragedi di Balik Dinginnya Cihampelas: Ketika Seteru Pelajar Merenggut Nyawa Siswa SMAN 5 Bandung
-
Saat Teman Lain Belajar, Mereka Masih di Jalan: Kisah Siswa Bogor yang Tempuh 2 Jam Perjalanan
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Sajak Rindu: Belajar Memaafkan Masa Lalu dari Perspektif Remaja Bugis
-
Menjinakkan Hantu di Kepala: Cara Berdamai dengan Kemarin dan Nanti
-
Bek Persib Frans Putros Soroti Situasi Timur Tengah Jelang Play-off Piala Dunia 2026
-
Simak Jadwal One Way dan Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini, Sabtu 14 Maret 2026
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
Posisi Maarten Paes Aman di Bawah Pelatih Anyar Ajax Amsterdam?