/
Senin, 14 Agustus 2023 | 16:55 WIB
Ilustrasi depresi. (Pixabay/Gerd Altmann)

Angka bunuh diri di Amerika Serikat mengalami peningkatan sebesar 2,6% pada tahun 2022 menjadi 49.449 orang, menurut statistik yang dirilis pekan ini oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ketika data resmi terus menunjukkan tren naik setelah angka tersebut turun pada tahun 2019 dan 2020.

Dilansir dari RT.com, kenaikan tersebut pada tahun 2022 menyusul peningkatan sebesar 5% pada warga Amerika Serikat yang melakukan bunuh diri pada tahun 2021, dengan para penggiat berpendapat bahwa angka-angka tersebut mengungkap krisis kesehatan mental yang semakin memburuk di Amerika Serikat.

"Kesehatan mental telah menjadi tantangan kesehatan masyarakat dan sosial yang mendefinisikan zamannya," ujar Dr. Vivek Murthy, Surgeon General, dalam pernyataan tentang temuan-temuan baru ini. Ia menyebut angka-angka tersebut sebagai "pengingat yang mengingatkan betapa mendesaknya bagi kita untuk lebih memperluas akses terhadap perawatan kesehatan mental [dan] mengatasi akar penyebab dari perjuangan kesehatan mental."

Orang dewasa di Amerika Serikat yang berusia 65 tahun ke atas mengalami peningkatan tajam sebesar 8,1% dalam angka bunuh diri pada tahun 2022, menjadi 10.433 kasus. Hal ini mencerminkan kelanjutan data historis yang menunjukkan bahwa tingkat bunuh diri dalam kelompok usia 65+ telah meningkat sebesar 62% antara tahun 2007 dan 2021, menurut CDC pada bulan Juni.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa krisis kesehatan mental di Amerika Serikat adalah masalah yang memengaruhi semua kelompok usia. Survei yang dilakukan oleh CDC pada Maret menunjukkan bahwa sekitar satu dari tiga remaja perempuan di sekolah menengah mengatakan bahwa mereka pernah mempertimbangkan untuk mengakhiri hidup mereka pada suatu saat. Lebih dari setengahnya, 57%, juga menyatakan bahwa mereka merasa "terus-menerus sedih atau putus asa."

"Sembilan dari sepuluh warga Amerika percaya bahwa Amerika sedang menghadapi krisis kesehatan mental. Data baru mengenai bunuh diri yang dilaporkan oleh CDC menggambarkan mengapa demikian," ujar Menteri Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan AS, Xavier Becerra, mengenai laporan tersebut, seperti yang dilaporkan oleh CBS pada hari Jumat.

Becerra menambahkan: "Satu nyawa yang hilang akibat bunuh diri sudah terlalu banyak. Namun, terlalu banyak orang masih percaya bahwa meminta bantuan adalah tanda kelemahan."

Angka pada bulan Juni, juga dari CDC, menunjukkan bahwa hampir satu dari lima (18,4%) orang dewasa di AS mengatakan bahwa mereka pernah didiagnosis menderita depresi pada suatu waktu dalam hidup mereka.

Namun, survei ini juga menunjukkan bahwa seseorang lebih mungkin didiagnosis menderita depresi tergantung pada situasi, seperti tempat tinggal mereka. Sedikit di bawah 13% warga Hawaii melaporkan diagnosis depresi, dibandingkan dengan 27,5% di West Virginia, kata CDC.

Baca Juga: Syahnaz-Jeje Sempat Dicibir karena Terima Endorse Umrah, Pihak Agen Travel Buka Suara

Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.

Load More