Ibunda Denny Sumargo, Meiske baru-baru ini memberi peringatan kepada DJ Verny Hasan yang menantang tes DNA ulang.
Meiske mengingatkan agar Verny Hasan tidak menjadi perempuan murahan dan tidak mencari sensasi untuk mendapatkan uang.
Menanggapi hal tersebut, DJ Verny Hasan bereaksi. Ia pun memberikan sindiran kepada ibunda Denny Sumargo untuk tidak menilai orang dari segi pekerjaan.
"Jangan pernah menilai orang dari segi perkerjaan, orang bekerja menjadi pemandu karoke aja belum tentu dia murahan, kita tidak pernah tau kehidupan seseorang, bisa jadi kemungkin dia satu2 nya tulang punggung keluarga yang membutuhkan biaya hidup cukup besar," tulis Verny Hasan yang dikutip Mamagini.Suara.com dari Instagramnya @vernyhasan_, Senin (28/8/2023).
"Atau dalam segi pendidikannya kurang sehingga sulit mendapatkan pekerjaan, atau ada salah satu keluarga merka seperti ayah atau ibu nya yang membutuhkan biyaya untuk rumah sakit, sehingga dia menjalin perkerjaan tersebut," sambungnya.
Selain itu, Verny Hasan juga mengingatkan seseorang untuk bercermin dahulu sebelum menghina orang lain.
"Sebelum menghina seseorang coba lah liat dulu kondisi mereka, dan bercerminlah terlebih dahulu apakah kita sudah suci dimana allah, orang yang rajin ibadah aja belum tentu punya hati yang baik.. ," tandasnya.
Sebelumnya Ibunda Denny Sumargo, Meiske berpesan kepada DJ Verny Hasan agar seharusnya bisa menjadi wanita berkelas dan bisa memperbaiki masa lalunya yang kelam.
"Buat dia si DJ itu, jadilah perempuan yang punya image, wanita yang berkelas sedikit. Kita semua manusia punya masa lalu, tapi bagaimana caranya kita perbaiki untuk masa sekarang," papar Meiske.
Baca Juga: Di Balik Layar 'My Dearest', Namgoong Min: Aku Jadi AI di Mimpi Yoo Gil Chae
Bahkan Meiske mengingatkan Verny Hasan untuk tidak menjadi perempuan murahan dan tidak mencari sensasi untuk mendapatkan uang.
"Jadilah wanita yang berkelas, jangan jadi perempuan yang murahan. Jangan cuman cari sensasi untuk mendapatkan uang," papar dia.
Lebih lanjut, Meiske menduga bahwa DJ Verny Hasan kembali menantang putranya untuk tes DNA karena ingin putrinya masuk di dunia Entertainment seperti Denny Sumargo.
"Kalau mam punya pikiran dia maunya diakui. Tapi kalau Bang Denny pada saat orang di bawah maksudnya yang kere-kere, apa dia masih mau diakui? Dia mau cari gitu? Dia mau diakui? Apa mungkin ya kita nggak tahu. Ini cuma mungkin kita tidak menuduh. Supaya anaknya mungkin dia mau kasih maksud begini diangkat, kita nggak tahu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Menyaksikan Kemegahan Tembok Besar China di Tengah Teriknya Beijing
-
Komunikasi Instan Tanpa Bergantung Internet, Ini Alasan Radio Profesional Masih Dibutuhkan
-
Sempat Diburu KPK, Bupati Kuansing dan Sekda Akhirnya Serahkan Diri
-
PGE Lumut Balai Tanam Ribuan Pohon, Perkuat Kelestarian Hutan Penyangga Energi Panas Bumi
-
Putus Cinta Berujung Polisi, Keluarga Korban Serahkan Pemuda Palembang Diduga Sebar Foto Bugil
-
Herman Deru Cek Langsung Usaha Sultan Muda Sumsel, Sebut Hasilnya Mulai Terlihat
-
Paus 13 Meter Terdampar di Permukiman Warga Banyuasin, Sempat Rusak Rumah hingga Diikat
-
Sudah Bayar Parkir, Mobil Pengunjung PS Mall Palembang Tetap Dibobol, Laptop dan iPad Raib
-
Viral Dugaan Kepulan Asap di Pongkor Bogor, Ini Kata Polisi
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?