/
Minggu, 03 September 2023 | 15:29 WIB
Momen Haru Kepulangan Nur Afifah Santriwati yang 12 Tahun Terkurung di Al Zaytun, Benarkah? (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar tidak benar yang menarasikan bahwa terdapat santriwati bernama Nur Afifah terkurung di Ponpes Al Zaytun selama 12 tahun.

Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 16,7 ribu pengikut bernama 24 Hour News melalui sebuah video yang diunggah pada 18 Agustus 2023.

"Petcah Tangis ! Momen Haru Kepulangan Santriwati ini yang Terkurung Selama 12 Tahun di Al Zaytun" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Minggu (3/9/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"BREAKING NEWS
MOMEN HARU KEPULANGAN NUR AFIFAH SANTRIWATI YANG TELAH HILANG SELAMA 12 TAHU AL ZAYTUN"

Namun begitu, apakah benar  terdapat santriwati bernama Nur Afifah yang terkurung di Ponpes Al Zaytun selama 12 tahun?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait santriwati bernama Nur Afifah yang terkurung di Ponpes Al Zaytun selama 12 tahun.

Unggahan tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa terdapat santriwati bernama Nur Afifah yang terkurung di Ponpes Al Zaytun selama 12 tahun.

Baca Juga: Perbandingan Harga Beras di Indonesia dan Malaysia

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau berita kredibel yang menyatakan bahwa terdapat santriwati bernama Nur Afifah yang terkurung di Ponpes Al Zaytun selama 12 tahun.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan "BREAKING NEWS
MOMEN HARU KEPULANGAN NUR AFIFAH SANTRIWATI YANG TELAH HILANG SELAMA 12 TAHU AL ZAYTUN" merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More