/
Sabtu, 21 Oktober 2023 | 19:26 WIB
Ruben Onsu dan Jordi Onsu (dokumentasi pribadi)

Di awal kemunculannya, bisnis kuliner Geprek Bensu milik Ruben Onsu dan Jordi Onsu begitu memikat masyarakat. Rasanya yang nikmat serta harga relatif terjangkau menjadi keunggulan brand ini.

Bahkan saking diminati, Geprek Bensu sampai membuka waralaba dan memiliki 140-an gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.

Namun belakangan, waralaba yang menjual ayam itu mengalami kemunduran. Pasalnya, banyak gerai Geprek Bensu yang gulung tikar alias tutup.

Menanggapi hal tersebut, Jordi Onsu menilai banyak cabang yang tutup itu terkait kesalahan dirinya yang mempekerjakan banyak generasi Z.

"Salahinnya ke gue aja, karena gue mungkin requirement-nya waktu itu lebih kepada usia, pengalaman kerja," ungkapnya, dikutip dari kanal YouTube Kasisolusi, Sabtu (21/10/2023).

Saat itu ia tak mempertimbangkan hal lain seperti etos kerja mereka.

"Kalau sekarang di HR, pertanyaan satu, 'Kamu mau kerja nggak? Mau capek nggak? Bersedia bekerja di dalam tekanan nggak?' Maksudnya pressure ya, bukan tekanan yang berarti stressful," beber Jordi Onsu.

Jordi Onsu mengatakan bahwa karakter atau syarat sanggup bekerja di bawah tekanan tidak ditemukannya pada generasi Z.

Meski begitu, Jordi Onsu tak sepenuhnya menyalahkan mereka. Sebab ia meyakini generasi sebelumnya ikut andil dalam membentuk karakter generasi Z.

Baca Juga: Biodata dan Profil Ayah Prabowo: Ngejreng! Jadi Menteri di Usia Muda, Mirip Gibran?

"Kenapa Gen-Z karakternya seperti ini? Salah siapa? Salah millenials, salah kita. Mereka ngeliat siapa? Gen-Z belajarnya dari mana? Dari kita, kan?" sambungnya.

Load More