Prabowo Subianto baru-baru ini sempat pamer menu makan siang tradisional, yakni kupat tahu Magelang. Rupanya makanan ini punya saudara kembar tapi tak identik, yakni tahu kupat Solo. Apa bedanya?
Mirip tapi beda
Kupat tahu adalah salah satu makanan khas Indonesia yang terdiri dari ketupat, tahu goreng, dan kuah bumbu kacang. Namun, setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam menyajikan kupat tahu. Apa perbedaan kupat tahu Magelang dan tahu kupat Solo?
Kupat tahu Magelang memiliki kuah yang lebih encer dan berwarna cokelat muda. Kuahnya terbuat dari bumbu kacang yang digerus agak kasar yang dicampur dengan kecap manis, gula merah, dan air. Kuah ini disiramkan di atas ketupat dan tahu goreng yang dipotong-potong. Selain itu, kupat tahu Magelang juga ditambahkan dengan irisan kol, seledri, daun bawang, bawang goreng, dan kerupuk merah.
Tahu kupat Solo memiliki kuah yang lebih kental dan berwarna cokelat tua. Kuahnya terbuat dari bumbu kacang yang dihaluskan dengan cabai, bawang putih, garam, dan gula. Kuah ini dicampur dengan ketupat dan tahu goreng yang dipotong dadu. Selain itu, tahu kupat Solo juga ditambahkan dengan irisan timun, taoge, bakwan, mie dan bawang goreng.
Kedua jenis kupat tahu ini sama-sama lezat dan menggugah selera. Namun, perbedaan kuah dan pelengkapnya membuat mereka memiliki rasa dan aroma yang berbeda. Anda bisa mencoba keduanya untuk mengetahui mana yang lebih sesuai dengan selera Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung