/
Jum'at, 03 November 2023 | 15:28 WIB
Potret anak kecanduan ponsel. (Unsplash/Charlesdeluvio)

Ponsel adalah alat komunikasi yang sangat berguna dan bermanfaat di era digital ini. Namun, penggunaan ponsel yang berlebihan, terutama oleh anak-anak, bisa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan perkembangan mereka. Berikut ini adalah beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan oleh kecanduan ponsel pada anak:

1. Gangguan penglihatan

Menatap layar ponsel terlalu lama dan terlalu dekat bisa menyebabkan mata lelah, kering, merah, dan iritasi. Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini bisa menurunkan kemampuan penglihatan anak dan meningkatkan risiko miopia atau rabun jauh.

2. Gangguan tidur

Ponsel mengeluarkan cahaya biru yang bisa mengganggu produksi hormon melatonin, yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Anak yang sering menggunakan ponsel sebelum tidur atau bahkan membawa ponsel ke tempat tidur bisa mengalami kesulitan untuk tertidur, tidur tidak nyenyak, atau bangun lebih awal. Kurang tidur bisa mempengaruhi kesehatan fisik dan mental anak, seperti menurunkan daya tahan tubuh, konsentrasi, ingatan, mood, dan prestasi belajar.

3. Gangguan pendengaran

Mendengarkan suara dari ponsel dengan volume tinggi atau menggunakan earphone secara berlebihan bisa merusak sel-sel rambut di dalam telinga, yang bertugas untuk mengirimkan sinyal suara ke otak. Hal ini bisa menyebabkan gangguan pendengaran.

4. Gangguan postur tubuh

Membungkuk saat menggunakan ponsel bisa menyebabkan tekanan berlebih pada tulang belakang, leher, bahu, dan otot-otot sekitarnya. Hal ini bisa menimbulkan nyeri, kaku, dan ketegangan pada bagian-bagian tubuh tersebut. Jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini bisa menyebabkan kelainan postur tubuh seperti skoliosis atau bungkuk.

Baca Juga: Saldo Rekening Baim Wong Terkuras akibat Sembarangan Pencet File di Chat WhatsApp, Netizen Malah Curiga Prank

5. Gangguan psikologis

Kecanduan ponsel bisa membuat anak kehilangan minat dan motivasi untuk melakukan aktivitas lain yang lebih bermanfaat, seperti belajar, berolahraga, atau bersosialisasi dengan orang lain. Hal ini bisa menyebabkan anak mengalami isolasi sosial, depresi, kecemasan, stres, atau bahkan adiksi berlebihan terhadap konten atau game.

Load More