Lifestyle / Komunitas
Selasa, 17 Februari 2026 | 16:13 WIB
Ilustrasi wanita menyiapkan buka puasa [freepik]

Suara.com - Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti umat Muslim karena di dalamnya setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Bahkan menyiapkan buka puasa dan sahur pun menjadi kegiatan yang memiliki pahala.

Di balik rutinitas tersebut, terdapat keutamaan besar yang sering kali tidak disadari. Islam menempatkan aktivitas memberi makan orang yang berpuasa sebagai amal yang sangat mulia.

Lantas bagaimana sebenarnya pahala menyiapkan buka puasa dan sahur? Simak penjelasan berikut ini.

Pahala Menyiapkan Buka Puasa dan Sahur

Ilustrasi wanita menyiapkan buka puasa [freepik]

1. Dapat Pahala Setara Orang Berpuasa

Salah satu keutamaan terbesar dari menyiapkan buka puasa adalah pahala yang setara dengan orang yang menjalankan puasa itu sendiri.

Dalam hadis riwayat Tirmidzi, disebutkan bahwa siapa pun yang memberi makan orang berbuka, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.

Menariknya, pahala ini tidak bergantung pada banyaknya makanan yang diberikan. Bahkan hidangan sederhana seperti air putih atau kurma tetap bernilai besar jika diberikan dengan niat ikhlas.

Hal ini menunjukkan bahwa siapa saja bisa ikut meraih pahala Ramadan tanpa harus memiliki kemampuan finansial besar.

2. Jadi Jalan Pengampunan Dosa

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?

Memberi makan orang yang berbuka puasa juga diyakini menjadi salah satu sebab turunnya ampunan dari Allah SWT. Saat Ramadan, pintu rahmat dibuka selebar-lebarnya, sehingga setiap amal kebajikan memiliki peluang besar untuk menjadi penghapus dosa.

Ketika seseorang menyiapkan hidangan dengan niat membantu sesama menjalankan ibadah, tindakan tersebut termasuk dalam sedekah yang penuh keberkahan.

Selain memberi manfaat langsung kepada penerima, amalan ini juga memperkuat rasa syukur dan empati dalam kehidupan sehari-hari.

3. Dapat Doa Malaikat dan Keberkahan Sahur

Sahur bukan sekadar makan sebelum imsak, tetapi juga sunnah yang dianjurkan karena mengandung keberkahan. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Allah dan para malaikat mendoakan orang-orang yang melaksanakan sahur.

Artinya, mereka yang menyiapkan makanan sahur juga ikut mengambil bagian dalam keberkahan tersebut.

Di sisi lain, suasana sahur sering menjadi momen kebersamaan keluarga yang jarang terjadi di luar Ramadan. Bangun dini hari bersama, saling mengingatkan waktu makan, hingga berbagi hidangan sederhana menjadi aktivitas yang memperkuat hubungan emosional antaranggota keluarga.

4. Sedekah Bernilai Tinggi

Menyiapkan makanan untuk buka atau sahur termasuk bentuk sedekah yang paling mudah dilakukan. Dalam Islam, sedekah tidak selalu berupa uang, tetapi juga bisa melalui makanan yang dibagikan kepada orang lain. Apalagi di bulan Ramadan, sedekah makanan memiliki nilai pahala yang lebih besar.

Banyak masyarakat Indonesia mempraktikkan hal ini melalui kegiatan berbagi takjil di jalan, di masjid, atau melalui lembaga sosial. Kebiasaan ini bukan hanya memperluas manfaat sosial, tetapi juga menghidupkan semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga.

Keutamaan Menyiapkan Buka Puasa dan Sahur

Ilustrasi wanita menyiapkan buka puasa [freepik]

1. Pahala Khusus bagi Perempuan atau Anggota Keluarga yang Menyiapkan Hidangan

Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan atau anggota keluarga yang menyiapkan makanan sering dianggap menjalankan tugas rutin biasa. Namun dalam perspektif ibadah, setiap usaha menyiapkan hidangan bagi orang yang berpuasa dapat menjadi ladang pahala besar.

Bahkan ketika seseorang tidak sedang berpuasa karena alasan syar’i seperti haid atau nifas, ia tetap bisa meraih pahala melalui aktivitas ini.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kesempatan meraih keberkahan Ramadan terbuka untuk siapa saja, selama dilakukan dengan niat yang tulus.

2. Bangun Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

Selain nilai spiritual, menyiapkan buka puasa dan sahur juga memiliki dampak sosial yang kuat. Berbagi makanan dengan tetangga, teman kerja, atau masyarakat sekitar dapat mempererat hubungan dan menumbuhkan rasa kebersamaan, terutama di lingkungan perkotaan yang cenderung individualis.

Aktivitas sederhana seperti mengirimkan makanan ke rumah tetangga atau berbagi sahur kepada yang membutuhkan sering kali menjadi jembatan silaturahmi yang memperhangat suasana Ramadan. Nilai kebersamaan inilah yang membuat bulan puasa terasa begitu istimewa dibanding bulan lainnya.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Load More