Presiden Joko Widodo belakangan disebut-sebut memberikan sinyal dukungan pada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk melaju ke Pilpres 2024 mendatang.
Di berbagai kesempatan, Jokowi terang-terangan mengaku bahwa dirinya memberikan restu untuk Prabowo. Bahkan terakhir memberikan statement soal 'jatah Prabowo' di HUT Perindo.
Pernyataan dukungan dari Jokowi juga disebut bukan basa-basa belaka oleh Projo atau relawan Jokowi.
Kendati mengantongi dukungan Jokowi dan relawan, rupanya endorsmen dari presiden tak bakal memberikan keuntungan besar-besar buat Prabowo.
"Kalau ngambil dari dua lembaga survei di Kompas, itu endorsment dari Presiden Jokowi itu hanya di-iyakan 15 persen, yang bilang tidak 30 persen," kata Pakar Komunikasi Politik Effendi Ghazali dalam perbincangannya di televisi nasional.
"Sementara Voxpol lebih besar lagi, yang bilang iya 30 persen yang bilang tidak 65 persen," imbuhnya.
Lebih lanjut, Effendi Ghazali menyebutkan bahwa yang menarik adalah ketika Projo mulai menunjukkan dukungan ke Prabowo.
"Yang jadi menarik kan endorsmen yang muncul dari relawan misalnya Projo," ungkap Effendi.
"Tapi endorsement ini tetap saja, bisa muncul tapi tentunya perlu baca survei yang ada dan gimana kita bersikap terhadap itu."
Baca Juga: Anies-AHY Berpotensi Menang Telak Lawan Prabowo dan Ganjar, Koalisi Perubahan Tunggu Apa Lagi?
Hasil Survei Voxpol
Lembaga survei Voxpol Center Research & Consulting menyebut dalam survei bahwa arah dukungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi terhadap salah satu capres di Pilpres 2024 hanya miliki pengaruh kecil untuk menggiring masyarakat.
Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menjelaskan, bahwa responden dalam survei diberikan pertanyaan 'jika presiden Joko Widodo memberikan dukungan kepada salah satu calon presiden, bagaimana pengaruhnya terhadap pilihan Ibu/Bapak/Saudara?'.
Hasilnya arah dukungan Jokowi hanya miliki pengaruh sebesar 25 persen saja, sementara yang menyatakan tidak berpengaruh ada sebesar 65,7 persen. Dan yang tidak menjawab dan tidak tahu 9,3 persen.
"Hasil temuan dari data yang kami ambil kemarin, itu pengaruhnya pak Jokowi itu hanya 25 persen," kata Pangi dalam paparannya di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2022) pada Suara.com.
Pangi mengatakan, dengan hasil tersebut menandakan masyarakat tidak terpengaruh lantaran sudah punya pilihannya masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Kylian Mbappe Bocorkan Tips Rahasia demi Prancis Juara Piala Dunia 2026
-
Halal Bihalal Bank Sumsel Babel 2026: Perkuat Sinergi dan Bangun Budaya Kerja Positif
-
Kondisi Terkini Jalur Puncak Cianjur - Bogor, Hujan Deras Picu Kabut Tebal
-
Kecelakaan Beruntun di Jalur Bogor-Sukabumi: 5 Orang Luka, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
5 Fakta Aksi Begal Sadis di Prabumulih: Korban Ditendang hingga Motor Raib
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Keputusan Carlo Ancelotti Coret Neymar Bikin Marah Legenda Brasil