Jurnalis senior PDI Perjuangan Panda Nababan blak-blakan mengungkap karakter Presiden Joko Widodo yang dinilai mampu membalas dendam dengan cara tidak biasa.
Hal ini Panda sampaikan saat menanggapi potensi konflik Jokowi dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang diduga berkaitan dengan deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024.
Ekonom senior Rizal Ramli tampaknya ikut mengomentari cerita Panda tersebut lewat cuitannya. Bahkan ia mengaitkan hal itu dengan pengerahan banyak buzzer untuk membungkam pihak oposisi pemerintah.
"'Nabok nyilih tangan'," cuit Rizal, dikutip Suara Manado dari akun Twitter-nya, Selasa (22/11/2022). "Teknik meminjam tangan orang lain untuk gebuk musuh."
"Contoh: Pura-pura bijak tidak bereaksi, tapi kerahkan InfluenceRp dan BuzzeRp berbayar (pakai anggaran / bandar) untuk gebukin tokoh-tokoh yang berbeda pendapat. Walaupun signal sempat keceplos, 'Tak Gebuk, Tak Gebuk'," sambung Rizal.
Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman tersebut juga kembali menyinggung perangai pendendam Jokowi kala menanggapi cuitan pengamat politik Hendri Satrio.
Hensat tampak mengunggah videonya saat menjadi narasumber di tvOne dan menegaskan bahwa pada dasarnya para buzzer lah yang membuat dunia politik Tanah Air semakin tercerai-berai.
"Bener sekali Hendri. BuzzeRp Pemecah Belah Berbayar -- Refleksi dari Bos-nya Sang Pendendam," tulis Rizal, Senin (21/11/2022).
Cuitan Rizal tentu menuai beragam reaksi, apalagi karena beredar rumor ada pos anggaran tersendiri untuk para influencer serta buzzer. Banyak warganet yang menilai seharusnya dana tersebut dialokasikan untuk membantu masyarakat yang kurang sejahtera.
Baca Juga: Muncul Selebaran Khilafah Bergambar Anies, Elite NasDem: Pasti Bikinan Pembenci
"Andaikan uang untuk buzzerp itu digunakan membantu rakyat terpencil, menyediakan: sekolah sd, smp, sma, guru-gurunya, kasih rumah gratis, masjid, peralatan nelayan, petani pupuk murah, listrik tenaga surya, ada toko grosir sembako yang harganya sama dengan di kota terdekat, hebat itu Jok," komentar warganet.
"Buzzer itu makan uang pajak rakyat , bertopeng NKRI mati harga, paling Pancasila, padahal kerjanya menutupi kejahatan mereka pada bangsa dan negara. Kalo di investigasi aliran pajak rakyat yang dimakan sama buzzer , penjara bakal ga muat. Yang paling efisien kemungkinan hukuman mati," imbuh yang lainnya.
Berita Terkait
-
Jokowi Bakal Tinjau Cianjur Pascagempa, KSAD Pastikan Keamanan Jalur yang Bakal Dilalui Presiden
-
Diminta Jokowi Tumbuhkan Kepercayaan Global, Peserta Munas HIPMI Malah Berantem
-
Munas HIPMI yang Dibuka Jokowi Diwarnai Adu Jotos, Pengusaha Indonesia Tuh?
-
Berniat Minta Maaf ke Pihak Iriana Jokowi, Kuasa Hukum Ungkap Kharisma Jati Ingin Rekonsiliasi
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini
-
Ikuti Jejak Yaqut, Noel Mau Ajukan Tahanan Rumah ke KPK
-
Bikin Iri Donald Trump, Iran Izinkan Kapal Tanker Jepang Lewat Selat Hormuz
-
Kemenko Kumham Imipas Pastikan Pelayanan Masyarakat Berjalan Optimal Saat Idul Fitri
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Terjadi 25 Maret
-
Boni Hargens: Mudik Gratis Presisi-Aman, Wujud Transformasi Polri dari Kekuasaan Menuju Pelayanan
-
Polres Malang Perketat Pengawasan Jip Wisata Bromo Saat Lebaran 2026
-
Diplomasi Hangat 2,5 Jam di Teuku Umar: Megawati dan Ramos-Horta Perkuat Persaudaraan RI-Timor Leste