/
Selasa, 22 November 2022 | 12:47 WIB
Jokowi dan Rizal Ramli. ((Twitter/@RamliRizal))

Jurnalis senior PDI Perjuangan Panda Nababan blak-blakan mengungkap karakter Presiden Joko Widodo yang dinilai mampu membalas dendam dengan cara tidak biasa.

Hal ini Panda sampaikan saat menanggapi potensi konflik Jokowi dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang diduga berkaitan dengan deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024.

Ekonom senior Rizal Ramli tampaknya ikut mengomentari cerita Panda tersebut lewat cuitannya. Bahkan ia mengaitkan hal itu dengan pengerahan banyak buzzer untuk membungkam pihak oposisi pemerintah.

"'Nabok nyilih tangan'," cuit Rizal, dikutip Suara Manado dari akun Twitter-nya, Selasa (22/11/2022). "Teknik meminjam tangan orang lain untuk gebuk musuh."

"Contoh: Pura-pura bijak tidak bereaksi, tapi kerahkan InfluenceRp dan BuzzeRp berbayar (pakai anggaran / bandar) untuk gebukin tokoh-tokoh yang berbeda pendapat. Walaupun signal sempat keceplos, 'Tak Gebuk, Tak Gebuk'," sambung Rizal.

Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman tersebut juga kembali menyinggung perangai pendendam Jokowi kala menanggapi cuitan pengamat politik Hendri Satrio.

Hensat tampak mengunggah videonya saat menjadi narasumber di tvOne dan menegaskan bahwa pada dasarnya para buzzer lah yang membuat dunia politik Tanah Air semakin tercerai-berai.

"Bener sekali Hendri. BuzzeRp Pemecah Belah Berbayar -- Refleksi dari Bos-nya Sang Pendendam," tulis Rizal, Senin (21/11/2022).

Cuitan Rizal tentu menuai beragam reaksi, apalagi karena beredar rumor ada pos anggaran tersendiri untuk para influencer serta buzzer. Banyak warganet yang menilai seharusnya dana tersebut dialokasikan untuk membantu masyarakat yang kurang sejahtera.

Baca Juga: Muncul Selebaran Khilafah Bergambar Anies, Elite NasDem: Pasti Bikinan Pembenci

"Andaikan uang untuk buzzerp itu digunakan membantu rakyat terpencil, menyediakan: sekolah sd, smp, sma, guru-gurunya, kasih rumah gratis, masjid, peralatan nelayan, petani pupuk murah, listrik tenaga surya, ada toko grosir sembako yang harganya sama dengan di kota terdekat, hebat itu Jok," komentar warganet.

"Buzzer itu makan uang pajak rakyat , bertopeng NKRI mati harga, paling Pancasila, padahal kerjanya menutupi kejahatan mereka pada bangsa dan negara. Kalo di investigasi aliran pajak rakyat yang dimakan sama buzzer , penjara bakal ga muat. Yang paling efisien kemungkinan hukuman mati," imbuh yang lainnya.

Load More