Eks Kanit Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Rifaizal Samual, blak-blakan mengakui ada sejumlah kejanggalan di TKP penembakan Brigadir J.
Hal ini Rifaizal sampaikan saat menjadi saksi untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di persidangan pada Selasa (29/11/2022).
Rifaizal menyebut insting penyidiknya menemukan setidaknya 4 kejanggalan. "Yang pertama kami tidak menemukan handphone almarhum," tutur Rifaizal.
"Yang kedua terkait posisi senjata HS yang saat itu informasinya milik Yosua berada di sebelah kiri dengan posisi almarhum menghadap ke sebelah kanan. Akan tetapi saya tanyakan kepada rekan-rekan ajudan, bahwa yang bersangkutan tidak kidal," sambungnya.
Rifaizal lantas mengarahkan Bharada E, yang diketahui sebagai penembak Brigadir J, untuk mengulang adegan yang dialaminya. Dari reka adegan singkat tersebut Rifaizal menemukan kejanggalan berikutnya, yakni soal tetesan darah Brigadir J yang tidak sinkron dengan cerita Bharada E.
"Kemudian pada saat itu Richard tidak ada luka sama sekali," imbuh Rifaizal mengungkap semua kejanggalan yang ditemukan di TKP.
Namun Rifaizal mengaku tidak berani berkata apa-apa. Pasalnya ia dan jajaran penyidik merasa takut dengan tekanan Sambo, serta kehadiran banyaknya jenderal polisi di TKP.
"Insting penyidik itu sudah menemukan 4 kejanggalan tetapi tidak bisa lanjut karena Saudara sudah ditekan duluan oleh Ferdy Sambo pada saat Saudara menanyakan kepada Richard?" tanya ketua majelis hakim, Wahyu Iman Santoso.
"Betul, Yang Mulia," jawab Rifaizal.
Bukan hanya itu, Rifaizal juga mengaku kebingungan dengan banyaknya jenderal polisi yang hadir di lokasi. Setidaknya ada 3 jenderal di TKP, yakni Sambo, Hendra Kurniawan, dan Benny Ali. Ketiganya juga diketahui sebagai bagian dari Divisi Propam Polri yang saat itu dipimpin Sambo.
"Ketika awal kami datang, kami juga merasa bingung, karena memang benar ini peristiwa pidana, tetapi orang-orang yang datang ini anak buah langsungnya Pak Ferdy Sambo," kata Rifaizal.
"Beliau-beliau adalah senior kami, ada yang berpangkat jenderal juga. Beliau-beliau ini kan dari Provost, ada yang dari Paminal. Kami memang sempat bingung apakah ini benar-benar harus steril, atau beliau tetap diperkenankan di dalam, karena jujur kami tidak berani untuk mengusir, karena tidak mungkin juga kami mengusir jenderal yang di TKP," sambung Rifaizal.
Hakim Wahyu sempat mempertanyakan SOP di TKP dan Rifaizal menegaskan hanya boleh ada penyidik di lingkup tersebut. Rifaizal juga telah mengusir secara halus tetapi para jenderal di sana tetap bergeming.
"Dari awal Saudara bekerja sudah merasa diawasi sehingga tidak leluasa bergerak menemukan fakta apa yang terjadi di TKP?" ujar Hakim Wahyu.
"Betul, Yang Mulia," pungkas Rifaizal.
Berita Terkait
-
Lihat Rekaman CCTV saat Brigadir J Masih Hidup, Begini Gelagat dan Ekspresi Candrawathi
-
Fakta Terbaru Sidang Kasus Brigadir J: Kesaksian Arif Rachman, Tangisan Sambo
-
Cari Pembuktian Ferdy Sambo Tak Pakai Sarung Tangan Saat Senjatanya Jatuh, Kuasa Hukum Minta Adzan Romer Dihadirkan Lagi
-
Soal Tambang Ilegal di Kaltim, Ferdy Sambo: Kabareskrim dan Ismail Bolong Sempat diperiksa
-
Berani, Wanita Misterius Berkerudung Hitam Nekat Dekati Ferdy Sambo di Ruang Sidang PN Jaksel!
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba