Dalam acara Catatan Demokrasi yang ditayangkan dari Kanal Youtube tvOneNews, Deddy mengatakan bahwa, momen itu tidak dimanfaatkan untuk mengatakan keberhasilan pemerintah dalam presidency KTT G20 di Bali, yang menghabiskan milyaran rupiah.
Sayangnya, hal itu tidak terjadi. Justru yang ada hanya relawan yang kumpul di Senayan. Mereka mendengarkan diksi "rambut putih” sampai dengan pernyataan siap tempur relawan Jokowi.
“Kita baru saja menyelesaikan presidency G20 yang mencapai begitu banyak hal yang mempengaruhi masyarakat dunia pada masa yang akan datang, tapi hilang itu semua,” tuturnya.
“Rp 600 miliar bubar sehari gara-gara urusan di GBK. Ini seharusnya jadi diskusi publik,” lanjutnya.
Duka di Cianjur
Deddy menyayangkan acara tersebut mengingat adanya musibah yang menimpa wilayah Cianjur, Jawa Barat.
Sebagaimana diketahui, Cianjur sedang berduka pasca gempa bumi 5,6 magnitude yang menewaskan ratusan nyawa serta merobohkan banyak bangunan.
Kata Deddy, apakah para relawan Jokowi kehilangan sensitivitas, sehingga tak bisa menunda kegiatan tersebut untuk beberapa waktu sampai persoalan Cianjur terselesaikan dengan baik.
Masyarakat Cianjur masih banyak yang membutuhkan bantuan. Seperti bantuan logistik dan juga tempat tinggal.
Baca Juga: Upah Minimum 2023 Cuma Naik Seuprit di Tengah Ancaman Resesi Global, Mampukah Buruh Bertahan?
“Lah kita kan berpikir, apakah kita kehilangan sensitivitas sehingga kita tidak bisa menunda kegiatan itu beberapa saat saja, sampai kita merasa persoalan di Cianjur terselesaikan dengan baik. Hanya menunda. Kegiatan itu menguntungkan PDIP kok,” tuturnya.
Urgensi
Politisi PDIP ini juga bertanya-tanya apa urgensi dari acara Nusantara Bersatu hingga tak mau menundanya?. Jika hal itu mengenai penegakan hukum dan juga pekerja kontrak, Deddy menegaskan bahwa pemerintahan sangat peduli dengan isu tersebut. Bahkan DPR kerap membahasnya.
“Kita bolak balik menerima utusan masyarakat. Presiden tahu dan a were,” ujarnya.
Deddy bertanya, apakah acara itu begitu mendesak sehingga harus menghadirkan Jokowi.
“Apakah ada urgent si nya menghadirkan presiden?,” tanyanya.
Relawan Jokowi Tidak Taat Aturan
Sebelumnya, Menpora mengumumkan bahwa GBK untuk sementara waktu tidak dapat digunakan menyusul kegiatan piala dunia yang akan datang, termasuk menolak konser-konser.
Deddy mengklaim, pihaknya juga mendapat penolakan dari pengurus GBK ketika meminta izin untuk menggelar HUT PDIP ke-50.
“Disamaratakan, tidak boleh pak. Ini untuk persiapan piala dunia. Kita taat hukum. Tapi ini tiba tiba terjadi. Bukan kita iri tapi masa sih kita mau maksa,” katanya.
Mencoreng Nama Jokowi
Akibat acara Nusantara Bersatu besutan relawan, nama pemerintah dan Presiden Jokowi jadi tercoreng. buntut video viral relawan yang menyatakan siap tempur dengan orang yang berseberangan dengan Jokowi.
“Makanya kita pusing. Kalau tidak, enggak kita openi ini barang. Justru karena kita sayang Jokowi dan relawan tolong dong. DPIP cuman mengingatkan,” tegasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Politisi PDIP Geram dengan Manuver Relawan Jokowi: Konsentrasi Presiden Tak Boleh Diganggu!
-
Ulah Manuver Relawan Bikin Berang, Elite PDIP Minta Jangan Ada yang Ganggu Jokowi
-
Acara GBK Mengkerdilkan Presiden Jokowi: Nggak Dong, itu Hanya Omong Kosong!
-
Relawan Jokowi Serang Balik PDIP: Kok Aneh Ya Mau Bertemu Presiden Saja Dilarang
-
Video Syur 46 Detik Diduga Oknum Polisi di Bogor, Raffi Ahmad Dirujak Netizen Karena Ada di Balik Acara Relawan Jokowi
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana