/
Rabu, 30 November 2022 | 19:48 WIB
Anies Baswedan saat menjadi bintang tamu di acara Podcast Refly Harun, Rabu (30/11/2022). ((YouTube/Refly Harun))

Sejak dideklarasikan menjadi bakal calon presiden 2024 oleh Partai NasDem, Anies Baswedan kerap ditanyai seputar program kerja hingga sikap yang akan diambilnya apabila memerintah nanti.

Salah satunya soal penggunaan buzzer dan pasukan media sosial. Hal inilah yang menjadi topik diskusi Anies bersama pakar hukum tata negara Refly Harun di kanal YouTube-nya.

"Jika Pak Anies jadi presiden, apakah Pak Anies akan menggunakan buzzer sekaligus relawan untuk menghadang orang yang mengkritik Bapak?" tanya Refly Harun yang membacakan pertanyaan warganet, dikutip Suara Manado, Rabu (30/11/2022).

Lantas apa jawaban Anies? Rupanya mantan Gubernur DKI Jakarta itu kembali mengungkit rekam jejak untuk menjelaskan sikapnya di masa depan.

"Saya menjawabnya lagi-lagi dengan rekam jejak aja. Jawab besok kan belum tentu, yang sudah saja," kata Anies.

"Apakah selama saya bertugas menggunakan buzzer? Apakah menggunakan pasukan berbayar untuk bertempur di media sosial? Enggak, boleh dicek," sambungnya.

Anies menyebut semua yang dikerjakan di Jakarta bisa dipantau dengan baik, apalagi di era media sosial seperti saat ini. Di sisi lain, Anies juga menekankan pentingnya menghargai masyarakat dengan menghadirkan informasi yang lengkap dan tepat tanpa polesan apapun.

"Tapi kalau kita menyampaikan kabar yang, itu tadi, mesin pencetak fakta-fakta yang tidak benar, itu merendahkan audiens kita. Nah bentuk penghargaan itulah yang ingin kita jaga," terang Anies.

Bagi Anies, informasi yang berseliweran di media sosial memang bisa dibuat oleh dan bersumber dari siapapun. Tugas eksekutif, menurut Anies, adalah fokus menghadirkan kerja nyata dan penilaian selebihnya diserahkan kepada para warganet.

Baca Juga: Ditanya Emak-emak Soal Pemimpin Kerutan di Wajah dan Berambut Putih, Ganjar: Saya Tertuduh

"Saya tidak khawatir dengan apa yang ditulis di sosial media. Saya lebih memikirkan apa yang akan ditulis sejarawan nanti dan apa yang akan saya pertanggungjawabkan di depan Allah SWT," ujar Anies melanjutkan.

"Mau dikatakan apapun hari ini di media sosial, 2-3 minggu lagi bisa lewat kok. Di sosial media bisa dipuji setinggi langit sekarang, besok bisa dicaci maki luar biasa," sambungnya.

Justru yang lebih dipikirkannya adalah apa yang akan ditulis para sejarawan di masa depan, di mana mereka menulis berdasarkan data yang lengkap alih-alih sekadar mengutip opini di media sosial.

"Para sejarawan besok akan menilai kita dengan data yang lengkap. Mereka akan menulis dengan informasi yang lengkap," tegas Anies.

"Jadi saya tidak menggunakan kemarin, otomatis bisa diprediksi besok juga nggak pakai. Begitu kira-kira," pungkasnya.

Load More