Salah satu perangai buruk Presiden Joko Widodo dibuka oleh politikus senior PDI Perjuangan, Panda Nababan. Ia menyebut Jokowi sebagai sosok yang pendendam, bahkan tega menggunakan berbagai cara untuk membalasnya.
Sifat ini yang kemudian turut disoroti oleh mantan Sekretaris Jenderal Relawan Pro Jokowi (Projo) Guntur Siregar.
Sifat ini lantas dibuktikan dengan keputusan Jokowi untuk memasang Heru Budi Hartono sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya penempatan Heru sebagai DKI 1 untuk mempreteli kebijakan Anies Baswedan.
"Apa salahnya Anies?" tanya Guntur, dikutip dari WartaEkonomi.co.id -- jaringan Suara.com pada Rabu (30/11/2022).
Mantan elite kelompok relawan Jokowi itu menilai Anies sudah bekerja dengan baik dan maksimal selama menjadi DKI 1. Selain itu, tidak ada pula keributan selama masa kepemimpinan Anies. Hal ini berbeda dengan masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnomo (BTP) alias Ahok.
Karena itulah, Guntur mengaku heran mengapa Jokowi seperti memiliki dendam kesumat dengan Anies. Padahal selama menjabat, Anies sudah bekerja keras untuk menjaga kondusifitas Jakarta sebagai pusat bisnis nasional.
Ia bahkan membandingkan sikap Jokowi dengan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya SBY cenderung diam ketika hendak menyelesaikan masa jabatannya, sementara Jokowi saat ini kerap melakukan manuver politik.
"Terbukti Anies bikin Jakarta tenang, makanya Jokowi tak punya sikap kenegarawanan. Berbeda dengan SBY yang mau selesai maunya adem-adem," ucap Guntur.
Sebelumnya pengakuan Panda Nababan soal sifat pendendam Jokowi menjadi buah bibir. Menurut Panda, sifat ini bisa menyebabkan konflik antara Jokowi dan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memiliki bakat balas dendam.
Baca Juga: Komitmen Dalam Penyelamatan dan Pelestarian Arsip, Taspen Terima Penghargaan dari ANRI
"Dua-duanya ini saya kenal, dalam track record hidup mereka, mereka punya bakat untuk membalas. Itu ngeri," ungkap Panda di kanal YouTube Indonesia Lawyers Club.
Panda lantas mencontohkan momen balas dendam Jokowi kepada eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Gatot seolah dianggap tak ada usai Jokowi dibuat berjalan kaki ke lokasi acara HUT TNI tahun 2017 silam.
Berita Terkait
-
Benarkah Jokowi Perintahkan Relawan Dukung Ganjar Ketimbang Anies? Begini Faktanya
-
Sikap PKS Soal Koalisi Partai dan Pasangan Capres-Cawapres akan Diputuskan Akhir 2022
-
Refly Harun Tuding Jokowi Ngotot 'Depak' Anies demi Dinasti Politik, Kaesang Disebut Incar Jabatan di Solo
-
Pakar soal 'Ancaman' Benny Ramdhani: Pejabat Negara Kok Bicara Tempar Tempur?
-
Elektabilitas Paling Unggul, AHY Berpotensi Memenangkan Anies Baswedan di Pilpres 2024
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Pecah Kericuhan di Menteng, Polisi Bantah Ada Rumah Ibadah Dirusak
-
BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?
-
BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat
-
70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal
-
Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Libatkan Kelompok Tani Lokal untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir