/
Rabu, 30 November 2022 | 14:18 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau perkembangan proyek pembangunan sirkuit Formula E, Jakarta, Senin (25/4/2022). ((Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden))

Salah satu perangai buruk Presiden Joko Widodo dibuka oleh politikus senior PDI Perjuangan, Panda Nababan. Ia menyebut Jokowi sebagai sosok yang pendendam, bahkan tega menggunakan berbagai cara untuk membalasnya.

Sifat ini yang kemudian turut disoroti oleh mantan Sekretaris Jenderal Relawan Pro Jokowi (Projo) Guntur Siregar.

Sifat ini lantas dibuktikan dengan keputusan Jokowi untuk memasang Heru Budi Hartono sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya penempatan Heru sebagai DKI 1 untuk mempreteli kebijakan Anies Baswedan.

"Apa salahnya Anies?" tanya Guntur, dikutip dari WartaEkonomi.co.id -- jaringan Suara.com pada Rabu (30/11/2022).

Mantan elite kelompok relawan Jokowi itu menilai Anies sudah bekerja dengan baik dan maksimal selama menjadi DKI 1. Selain itu, tidak ada pula keributan selama masa kepemimpinan Anies. Hal ini berbeda dengan masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnomo (BTP) alias Ahok.

Karena itulah, Guntur mengaku heran mengapa Jokowi seperti memiliki dendam kesumat dengan Anies. Padahal selama menjabat, Anies sudah bekerja keras untuk menjaga kondusifitas Jakarta sebagai pusat bisnis nasional.

Ia bahkan membandingkan sikap Jokowi dengan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya SBY cenderung diam ketika hendak menyelesaikan masa jabatannya, sementara Jokowi saat ini kerap melakukan manuver politik.

"Terbukti Anies bikin Jakarta tenang, makanya Jokowi tak punya sikap kenegarawanan. Berbeda dengan SBY yang mau selesai maunya adem-adem," ucap Guntur.

Sebelumnya pengakuan Panda Nababan soal sifat pendendam Jokowi menjadi buah bibir. Menurut Panda, sifat ini bisa menyebabkan konflik antara Jokowi dan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memiliki bakat balas dendam.

Baca Juga: Komitmen Dalam Penyelamatan dan Pelestarian Arsip, Taspen Terima Penghargaan dari ANRI

"Dua-duanya ini saya kenal, dalam track record hidup mereka, mereka punya bakat untuk membalas. Itu ngeri," ungkap Panda di kanal YouTube Indonesia Lawyers Club.

Panda lantas mencontohkan momen balas dendam Jokowi kepada eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Gatot seolah dianggap tak ada usai Jokowi dibuat berjalan kaki ke lokasi acara HUT TNI tahun 2017 silam.

Load More