Hingga saat ini pihak polisi masih berjibaku melakukan penyelidikan mendalam, guna mengungkap penyebab kematian satu keluarga di Kalideres.
Dugaan paling kuat yakni korban disebut mengikuti sekte tertentu.
Ada beberapa faktor utama yang membuat keluarga Kalideres terdorong melakukan hal-hal aneh berbau mistis. Kriminolog Adrianus Meliala menyebut ada tiga hal.
Pertama, yang bersangkutan menjauhkan atau jauh dari agama-agama besar di Indonesia.
"Sebab agama di Indonesia sebetulnya menyediakan jalan untuk percaya mengenai bisa sejahtera di dunia dan juga sejahtera di kehidupan setelah mati," katanya dikutip dari tayangan Kanal Youtube official iNews pada Kamis, (1/12/2022).
Faktor kedua, Adrianus melihat bahwa 4 korban yang meninggal misterius memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Utamanya korban Budiyanto yang menyukai sesuatu berbau mistis. Budiyanto diketahui meninggal terakhir menyusul 3 korban lainnya.
Meski berbeda, namun mereka tetap klik hingga bisa bertahan sedemikian rupa bahkan sampai maut menjemput.
Faktor berikutnya, Adrianus menduga bahwa para korban bergabung pada kelompok tertentu.
"Jangan-jangan ini ada kelompok di luar sana yang kemudian mempengaruhi Budianto untuk mengembangkan keyakinan itu," kata dia menduga kematian keluarga Kalideres.
Baca Juga: Deretan Kontroversi Musni Umar, yang Terkini Typo Tulis Soal Anies
"Jangan-jangan ada guru yang menganjurkan dia seperti itu," tambahnya.
Sementara itu, kepolisian mengatakan jika motif kematian masih diselidiki, namun di kalangan publik beredar isu mengenai adanya praktik ritual dan sektor tertentu yang dianut keluarga korban.
Setelah polisi sempat menampik, baru-baru ini rupanya terbukti jika ada sejumlah bukti yang ditemukan pada rumah atau TKP kematian keluarga tersebut.
Temuan yang dimaksud nyatanya memang menjurus kepada aktivitas ritual tertentu oleh salah satu korban dalam keluarga. Detailnya, temuan tersebut terdiri dari buku mantra dan kemenyan.
Hal tersebut diungkap oleh Kombes Hengki Haryadi, selaku Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, yang memberikan keterangan pada Selasa (29/11/2022).
Berdasarkan pernyataannya, ditemukan sejumlah barang bukti berupa buku lintas agama, mantra, hingga kemenyan.
Berita Terkait
-
Dicurigai Ada Tindak Pidana Dibalik Kematian Keluarga Kalideres, Polisi Sebut Kemungkinannya Kecil
-
Teori Baru Mengungkap Misteri Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Ternyata Mereka....
-
Kronologi Anak SMP Polisikan Ibu Kandung, Tak Terima Dimarahi Gegara Kepergok Pacaran Kelewat Batas
-
Polisi Sudah Periksa 28 Saksi, Penyebab Kematian Satu Keluarga di Kalideres Masih Sulit Diungkap
-
Polisi Sebut Kecil Kemungkinan Ada Tindak Pidana di Kasus Kematian Satu Keluarga Kalideres
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Nasabah Diminta Waspada Penipuan Digital Jelang Idulfitri, Salah Satunya Promo Belanja
-
5 Fakta Macet Parah di Tungkal Jaya Muba, Kendaraan Terjebak hingga Pemudik Terlantar Berjam-jam
-
143 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Paling Banyak Pelalawan
-
BCA Ubah Jam Operasional Kantor Cabang Selama Nyepi dan Libur Lebaran, Catat Jadwalnya
-
Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS, PBNU: Ini Premanisme Politik!
-
Setelah Meja Biliar Disorot, Ini Sederet Anggaran Rumah Dinas Pimpinan DPRD Sumsel Berbiaya Mewah
-
Pemudik Mulai Masuk Yogyakarta, Pengguna Commuter Line Tembus 22 Ribu Orang per Hari
-
Bye-bye Velocity! Mengapa Tren "Natural" D'Masiv Gantikan "Dung Tak Dung" di Momen Ramadan 2026
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Mengenal Yayasan Bunga Kemboja, Benarkah Vidi Aldiano Mendaftar Jadi Anggota Sebelum Meninggal?