Kasus kematian 7 harimau yang dipelihara oleh Alshad Ahmad menjadi sorotan publik dan menarik perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat. Mereka ikut terlibat dalam menyelidiki insiden tersebut.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, menyatakan bahwa Alshad Ahmad telah mengantongi izin untuk melakukan penangkaran harimau tersebut. Harimau-harimau yang dipelihara oleh Alshad Ahmad adalah jenis harimau Benggala, yang tidak termasuk dalam jenis harimau yang dilindungi seperti harimau Sumatera.
KLHK berjanji akan menyelidiki kasus kematian 7 harimau tersebut dengan menerjunkan tim investigasi. Begitu juga dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat yang sedang melakukan BAP (Biological Assessment Program) untuk mengetahui penyebab pasti kematian harimau-harimau tersebut.
Irawan Asaad, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, menegaskan bahwa harimau-harimau tersebut adalah harimau Benggala, yang termasuk hewan eksotik dan bukan satwa asli Indonesia. Oleh karena itu, mereka tidak dilindungi oleh undang-undang.
Pihak pemerintah terus melakukan sosialisasi agar masyarakat yang memiliki satwa liar, seperti harimau, mengikuti berbagai prosedur yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kasus-kasus serupa dan memastikan satwa liar diperlakukan dengan baik dan sesuai peraturan yang berlaku.
Kematian anak harimau bernama Cenora, yang menjadi perhatian publik, memicu banyak kecaman terhadap Alshad Ahmad. Postingan duka cita Alshad Ahmad di akun Instagram miliknya mendapat respon negatif dari netizen, dan namanya pun menjadi trending topik di Twitter.
Alshad Ahmad mengungkapkan kesedihannya atas kepergian Cenora dalam unggahan di Instagram tersebut. Dia juga menjawab pertanyaan seorang musisi tentang berapa banyak harimau yang telah mati di bawah pengawasannya. Alshad menjawab bahwa telah ada 7 ekor harimau dari breeding satu indukan yang mati di bawah pengawasannya.
Kasus kematian 7 harimau ini tetap menjadi perhatian publik dan sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak yang terlibat dalam pemeliharaan satwa liar, agar tetap mematuhi peraturan yang berlaku dan menjaga kesejahteraan hewan-hewan yang dipelihara.
Baca Juga: Taufik Hidayat Dikabarkan Meninggal Dunia
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Kronologi Sepatu 'Sekolah Rakyat' Rp27 M Viral, Hingga Klarifikasi Gus Ipul dan Stradenine
-
Terpopuler: 5 HP Murah Terbaik hingga 10 HP Midrange Terkencang 2026
-
Kisi-Kisi Resmi Soal Tes Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Cek Materi yang Diujikan
-
BRI Perkuat Fasilitas Kesehatan RS Pendidikan USU melalui Program CSR
-
Merawat Luka dan Menemukan Cinta dalam Novel Imaji Biru
-
Terpopuler: 5 Bedak Wardah Colorfit Warnanya Menyatu di Wajah, Rangkaian Skincare agar Bercahaya
-
35 Kode Redeem FF Terbaru 5 Mei 2026: Jangan Kehabisan Skin SG2 Golden Glare
-
Man City Ditahan Everton, Pep Guardiola Akui Nasib Gelar Juara Tak Lagi di Tangan Sendiri
-
Panduan Wajib Membeli Mobil Listrik Bekas, Pastikan Mendapat EV Impian Tanpa Menyesal
-
Perjalanan Batik Tulis Ethnic Gendhis, dari Ruang Tamu hingga Ekspor ke Inggris