Manado.suara.com - Ivan Gunawan, telah mengukir prestasi luar biasa dengan membangun Masjid Indonesia di Uganda, Afrika.
Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Muslim setempat, tetapi juga sebuah simbol kepedulian dan kebersamaan lintas batas.
Dengan visi untuk menciptakan ruang ibadah yang nyaman dan kokoh, Ivan Gunawan menghadirkan harapan baru bagi komunitas Muslim di Uganda.
Uganda, sebuah negara di Afrika Timur, memiliki sejarah panjang dalam keragaman budaya dan agama. Meskipun mayoritas penduduknya menganut agama Kristen, terdapat juga komunitas Muslim yang signifikan.
Namun, kenyataannya adalah banyak masjid di Uganda tidak memiliki bangunan permanen yang memadai untuk ibadah.
Banyak umat Muslim di sana harus beribadah di bawah kondisi yang sulit, seperti gubuk yang beratapkan daun kering atau tenda sederhana.
Melihat kondisi ini, Ivan Gunawan merasa tergerak untuk membantu. Dalam semangat kemanusiaan dan solidaritas agama, dia merencanakan pembangunan Masjid Indonesia di Uganda.
Tujuan utamanya adalah memberikan tempat ibadah yang layak dan nyaman bagi umat Muslim setempat, serta mengatasi tantangan lingkungan dan kebutuhan praktis dalam beribadah.
Arsitektur Menyatu dengan Lingkungan Lokal
Baca Juga: Cerita Salmafina Sunan Masuk Gereja dan Murtad, Rasakan Sensasi Ini di Tubuhnya
Salah satu aspek penting dari proyek ini adalah pengembangan arsitektur yang sesuai dengan lingkungan lokal. Ivan Gunawan memahami pentingnya menghormati budaya dan tatanan arsitektur yang ada di Uganda.
Oleh karena itu, dalam membangun Masjid Indonesia, arsitekturnya disesuaikan dengan bangunan-bangunan tradisional di tanah Afrika, sehingga masjid ini dapat menjadi bagian integral dari lanskap budaya setempat.
Dari Gubuk Daun Kering ke Bangunan Kokoh
Sebuah video yang diunggah oleh akun Lambe Gosip mengungkapkan kontras dramatis antara kondisi sebelum dan sesudah pembangunan Masjid Indonesia.
Video tersebut menunjukkan bagaimana umat Muslim di Uganda sebelumnya beribadah di bawah gubuk yang beratapkan daun kering, dengan sekat-sekat kain sebagai pembatas antara jamaah laki-laki dan perempuan.
Umat Muslim Uganda
Atap daun kering yang tidak rapat memungkinkan panas matahari masuk dengan leluasa, menciptakan kondisi yang tidak nyaman bagi jamaah.
Berita Terkait
-
Ivan Gunawan Bocorkan Waktu Pernikahan Adiba Khanza dan Egy Maulana, Konsepnya Juga Disebut Unik
-
Hidung Hasil Oplasnya Dihujat, Ivan Gunawan Cuek: Rp400 Juta Nih
-
Ivan Gunawan Hingga Danny Satriadi Jadi Sosok di Balik Megahnya Busana Pagelaran Sabang Merauke
-
Deddy Corbuzier Akhirnya Mengaku Lakukan Filler Hidung: Nyobain
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
Terkini
-
Rapor Merah Libur Lebaran, Wisatawan Kabur dari Bantul, Kunjungan Anjlok 36 Persen!
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Bangga Pamer Prestasi, Cindy Rizky Aprilia Dicemooh: Malu Sama Maissy
-
Arus Balik Lebaran 2026 Lebih Cepat dari Perkiraan, 14 Ribu Kendaraan Sudah Masuk Tol Terpeka
-
Nekat Nyalip! Pikap L300 Terbang Tembus Trotoar dan Terguling Beda Jalur di Flyover Cisaat
-
Yaqut Kembali ke Tahanan KPK Usai Status Tahanan Rumah Dicabut
-
OJK Resmi Punya Pejabat Baru, Ini Susunannya
-
Kalikangkung Merayap! Puncak Arus Balik Masih Terjadi, 3.800 Mobil per Jam Banjiri Tol ke Jakarta
-
Pengamat: Dasco Baca Situasi Dunia, Maka Jadi 'Arsitek Pertemuan' Prabowo-Mega
-
Usai Libur Lebaran, Pemprov DKI Jakarta terapkan WFA