Saat pertama kalinya orang-orang datang ke Lampung Tengah sekitar tahun 1932, keadaan alam masih liar dan banyak binatang buas. Akan tetapi, pemerintah Hindia Belanda tetap mengirimkan para kolonis ke daerah itu. Kolonis adalah orang-orang yang sengaja dipindahkan dari Pulau Jawa ke daerah baru untuk membuka lahan pertanian. Menurut cerita, para pekerja atau kolonis yang baru datang di Metro dulu kerap mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Seiring waktu kehidupan para kolonis semakin baik sebab sumber air yang mereka perlukan sudah ada. Airnya tidak pernah kering. Tidak lama kemudian, di sekitar tempat itu dibangun tempat pemandian sederha- na. Sampai sekarang tempat itu masih dinamakan Sumur Bandung, kini letaknya tepat di belakang Gedung Sessat Agung Metro. Anehnya, sumber mata air itu tidak pernah kering walau diambil setiap saat oleh penduduk Kota Metro.
Pada zaman itu, di sebelah barat bedeng kolonis juga di temukan sumber mata air yang sama dengan penemuan pertama. Sumur itu pun diberi nama Sumur Bandung. Sumur Bandung kedua yang ditemukan itu, masih ada sampai sekarang. Di sekitar sumur itu kini telah di bangun kompleks pertokoan serta pasar swalayan Sumur Bandung. Kedua sumber mata air itu sekarang berada di tengah Kota Metro.
Menurut penjelasan Samsul, Sumur Bandung sendiri sudah ada cukup lama, dipekirakan sejak zaman kolonisa-si. Air di Sumur Bandung tersebut diperuntukkan bagi keperluan air bersih masyarakat Metro. Karena air yang ada di sumur ini bersih dan jernih. Sejak saat Sumur Bandung menjadi tumpuan masyarakat Metro. Mengingat pada saat itu belum banyak ma- syarakat yang memiliki sumur. PDAM saat itu juga belum ada. Sumber mata air di Sumur Bandung tidak pernah kering walaupun musim kemarau . Kemudian sampai sekarang Sumur Bandung tetap menjadi sarana memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Adapula masyarakat yang menjual air dari Sumur para pedagang di pasar, yang letaknya tak jauh dari Sumur Bandung.
Hal senada diterangkan oleh Rusman yang tinggal di sekitar Sumur Bandung selama berpuluh-puluh tahun. Berdasarkan keterangannya dahulu sebelum dibuka oleh kolonis, Metro masih berupa hutan belantara. Setelah datang di Metro, para kolonis kemudian me- nemukan sumber mata air Sumur Bandung. Sumber mata air inilah yang mereka manfaatkan untuk kebutuhan minum dan sebagainya. Karena tidak semua rumah-rumah kolonis pada saat itu memiliki sumur atau sumber mata air.
Sumur Bandung memiliki peran yang sentral dalam perkembangan dan kelangsungan hidup Warga Metro sejak dulu hingga saat ini. Tidak jarang masyarakat sekitar memanfaatkan air ini untuk dijual ataupun digunakan sendiri. Cerita rakyat tentang Sumur Bandung menceritakan tentang kegigihan sekelompok kolonis yang ditugaskan untuk mendapatkan sumber air.
Ermawati (Guru SMP Kartikatama Metro)
Tag
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Cuma Rp2 Jutaan, 3 Tablet 'Spek Dewa' yang Direkomendasikan David GadgetIn
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Giorgio Antonio Dituding Pakai Barang KW, Jam Tangan Mewah Rp3 Miliar Pacar Sarwendah Disorot
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya
-
Koalisi Anti Mafia Tanah Sumsel Kecam Penetapan 4 Petani Muba sebagai Tersangka