Pada tahun 1938 berdirilah Sekolah Misi di Metro yang dimulai oleh para pastor yang dibantu beberapa umat setempat memulai karyanya dibidang pendidikan. Mereka yang membantu diantaranya Bapak PC. Suhardi dan Bapak RG. Sutadi. Mereka memberikan pengajaran dan mendidik murid yang ada.
Tetapi pada bulan Maret 1942 terjadi perubahan setelah Jepang ke Indonesia membawa dampak ku- rang baik dan ternyata berdampak pola Sekolah Misi di Metro. Sekolah Misi ditutup dan para pastor dan para suster diintenir oleh Jepang. Para misionaris yang diintenir oleh Jepang antara lain Pastor Neillen, Pastor Born, dan pastor Van Eik, sedang susternya yaitu Sr. Rufina dan Sr. Ana. Dengan demikian Sekolah Misi pada masa pendudukan Jepang untuk sementara ditutup. Selanjutnya pada Bulan Agustus 1945 dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu, memberikan angin segar bagi rakyat Indonesia. Sekutu memberi kebebasan.
Pada tahun 1946 Sekolah Misi dibuka kembali. Adapun lokasi sekolah tersebut berhadapan dengan gedung gereja sekarang. Guru yang mengajar yaitu Ibu Suharti dan Bapak Y. Nasen, dengan imbalan Rp 15,00 perbulan. Anak- anak Katholik secara khusus mendapat pembinaan iman.
Perjuangan bangsa Indonesia menghadapi penjajah belum berakhir, tahun 1949 terjadi Agresi Militer II tentara NICA datang ke Indonesia. Bagi para misionaris kesempatan ini digunakan untuk kembali memasuki wilayah Indonesia, termasuk Pastor Burenn yang datang ke Metro. Pada tahun 1951 Pastor Tromp meneruskan kembali kegiatan pendidikan yang telah dirintis para pendahulu walaupun dalam suasana tidak tenang. Adapun bangunan sekolah terletak dekat makam umat Katholik sekarang, dan gedungnya merupakan hasil pembelian dari salah satu rumah penduduk, serta gedung balai paroki lama dipinjam untuk ruang belajar.
Berdirnya Xaverius Metro
Pada tanggal 1 Agustus 1952 Sekolah Rakyat (SR) Xaverius Metro berdiri dan saat itu Kantor Pusat Yayasan Xaverius berada di Keuskupan Palembang. Sekolah misi yang dikelola Pastor-pastor SCJ melebur di dalamnya sehingga kedudukan sekolah ini tampak kokoh. Para guru atau staf pe- ngajarnya antara lain Bapak PC Suhardi, Bapak JB Kismo Utomo, Bapak Darmo, Bapak Supriyo, Ibu Suharti, Ibu Saenah dan Ibu TH Sumarmi. Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun 1953 diusahakan satu bangunan gedung baru tetapi masih jauh dari keadaan baik walaupun dindingnya sudah menggunakan bata merah. Pada tahun yang sama Suster-suster Hati Kudus telah ikut pula ambil bagian sebagai tenaga pendidik.
Dengan kehadiran Frater-frater BHK di Metro pada tahun 1955 membuat suasana berubah, pen- didikan lebih mendapat perhatian lagi secara khusus. Frater-frater BHK pegangan pendidikan anak laki-laki maka lahirlah SR Xaverius Putra . Sedang pendidikan untuk anak-anak perempuan diserah- kan kepada Suster-suster Hati Kudus maka lahirlah SR Xaverius Putri.
Jika melihat dari peninggalan bangunan SR Xaverius Putra ini membelakangi bangunan SR Xaverius Putri dan sampai saat ini letak bangunan masih asli belum ada perubahan. Para guru yang mengajar di SR Xaverius Putra saat itu antara lain: Fr. Higinus, Fr.Aqiles, Bapak ST Saidi, Bapak Suwoto, Bapak AY Kemidin, Bapak Sularto, Bapak Tugiyo dan Bapak Wagimin. Sedang SR Xaverius Putri para guru SR Xaverius yang lama yaitu Bapak JB Kismo Utomo, Ibu Suharti, dan para suster Hati Kudus. Pada tahun 1958 sebagian guru SR Xaverius dipindah tugaskan mengajar pada sekolah negeri dengan guru pemerin-tah (negeri).
Pada perkembangannya Tarekat Frater BHK di Lampung ini tidak dapat bertahan, hal itu berdampak pada sekolah yang dikelolanya. Dengan pindahnya Frater-frater BHK pada tahun 1967 maka untuk ke- lanjutan pengelolaan sekolah yang dipimpinnya (SR Xaverius Putra) menyerahkan kepada Suster-suster Hati Kudus yang mengelola SR Xaverius Putri. Dengan semangat misi visi tarekat, Suster-suster Hati Kudus ini, menerima keputusan itu dan melaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Guna memudahkan pengelolaan selanjutnya maka pemisahan atas jenis kelamin yang ditiadakan, SR Xaverius Putra dan SR Xaverius Putri digabung menjadi satu dengan nama SR Xaverius (SD Xaverius) hingga saat ini yang berinduk pada Yayasan Xaverius Keuskupan Tanjung Karang. Sejak perubahan dari SR sekolah rakyat mejadi SD (Sekolah Dasar), SD Xaverius sudah banyak mengalami pergantian kepala sekolah.
Keberadaan SD Xaverius Metro bukan hanya sekedar satuan pendidikan yang memberikan kegiatan belajar mengajar. Namun jika kita cermati bersama, keberadaannya merupakan saksi terhadap perkembangan pendidikan yang ada di Kota Metro, terutama pada masa kolonisasi. Sejak masa kolo-nisasi SD Xaverius Metro telah memberikan sumbangsih terhadap terselenggaranya pendidikan bagi anak-anak di Metro. Usia SD Xaverius yang hampir sama dengan usia Kota Metro menyimpan banyak catatan sejarah yang sangat berguna bagi penentu arah kebijakan pendidikan di masa kini serta masa
Tri Susiwati (Guru SMP 6 Metro)
Berdirnya Xaverius Metro
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Cara Cek NISN Online untuk SPMB 2026, Awas Jangan Sampai Salah
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
Statistik Kevin Diks saat Jadi Kapten dan Bantu Monchengladbach Hajar St. Pauli
-
Eks Asisten Shin Tae-yong Bongkar Alasan Elkan Baggott Sempat Hilang dari Timnas Indonesia
-
Cara Mengatur Keuangan Setelah Lebaran Agar Tidak Makan Mie Instan
-
Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipuan dan 150 Ribu Akun Scam, Kolaborasi dengan Polri
-
Panduan Jika Tertinggal Salat Idulfitri, Ketahui agar Tidak Panik saat Terlambat Datang
-
Spirit Inklusivitas Ramadan, Khofifah Gelar Khotmil Qur'an Bersama Perangkat Daerah & Komunitas Tuli
-
Usai 7 Tahun Vakum, Son Dam Bi Siap Comeback Akting Lewat Drama Pendek Baru
-
Antara Hidup dan Mati di Yahukimo: Kepulangan Pilu Lima Warga Sumedang yang Terjebak Janji Palsu