/
Rabu, 25 Mei 2022 | 00:15 WIB
Winda Pratiwi

Kentongan merupakan salah satu peralatan teknologi informasi sederhana yamg biasanya terbuat dari bambu atau  kayu yang penggunaannya dipukul dengan menggunakan tongkat terlebih dahulu, sehingga dapat menghasilkan bunyi. Alat ini digunakan untuk menyampaikan informasi yang dibedakan dalam alunan ketukan. 

Lewat bunyi kentongan tersebut informasi seperti adanya musibah ataupun informasi waktu, namun alat ini hanya bisa mencapai batas tertentu saja tergantung tingkat kebisingan. Area tempat kentongan tersebut ditabuh serta keras atau tidaknya bunyi yang dihasilkan dari kentongan tersebut.

Di Kelurahan Margodadi Metro Selatan terdapat peninggalan alat komunikasi berupa kentongan. Kentongan sendiri berfungsi  sebagai sarana untuk memanggil atau mengumpulkan masyarakat pada dekade 1950-an. 

Supardi selaku sesepuh Kelurahan Margodadi menjelaskan bahwa kentongan yang ada di Margodadi atau bisa disebut Kentongan Hitam ini adalah sebuah bukti sejarah perkembangan masyarakat tempo dulu dalam melakukan komunikasi. Kentongan tersebut awalnya berada di Mulyojati. Diperkirakan kentongan ini dibuat pada tahun 1956 oleh Bapak Sarko yang saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Mulyojati pada tahun (1956-1959). Kentongan tersebut terbuat dari kayu  nangka dengan ukuran panjang ± 2 Meter dan berdiameter 70 cm.

Sepeninggal Bapak Sarko kentongan tersebut dipindah oleh Kepala Desa Margorejo yang bernama Bapak Misman ke Margorejo. Karena pemekaran wilaya, Desa Margorejo saat ini terpecah menjadi  Margorejo dan Margodadi. 

Saat ini kentongan tersebut tersimpan rapi di Margodadi tepatnya di kediaman Bapak Supardi anak dari Bapak Misman yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Margorejo dahulu. Guna menjaga kelestarian kentongan maka saat ini dibuatkan sebuah pendopo dan bagian atas kentongan ditanam  ke dalam beton agar  tidak mudah berpindah tempat. 

Perkembangan teknologi yang canggih dewasa ini sejatinya merupakan kelanjutan dari teknologi tradisional yang pernah digunakan manusia di masa lalu. Kentongan pernah menjadi bagian penting dalam perkembangan masyarakat, tak terkecuali di Metro.

Winda Pratiwi (Guru SMP TMI RQ Metro Barat)

Load More