Kentongan merupakan salah satu peralatan teknologi informasi sederhana yamg biasanya terbuat dari bambu atau kayu yang penggunaannya dipukul dengan menggunakan tongkat terlebih dahulu, sehingga dapat menghasilkan bunyi. Alat ini digunakan untuk menyampaikan informasi yang dibedakan dalam alunan ketukan.
Lewat bunyi kentongan tersebut informasi seperti adanya musibah ataupun informasi waktu, namun alat ini hanya bisa mencapai batas tertentu saja tergantung tingkat kebisingan. Area tempat kentongan tersebut ditabuh serta keras atau tidaknya bunyi yang dihasilkan dari kentongan tersebut.
Di Kelurahan Margodadi Metro Selatan terdapat peninggalan alat komunikasi berupa kentongan. Kentongan sendiri berfungsi sebagai sarana untuk memanggil atau mengumpulkan masyarakat pada dekade 1950-an.
Supardi selaku sesepuh Kelurahan Margodadi menjelaskan bahwa kentongan yang ada di Margodadi atau bisa disebut Kentongan Hitam ini adalah sebuah bukti sejarah perkembangan masyarakat tempo dulu dalam melakukan komunikasi. Kentongan tersebut awalnya berada di Mulyojati. Diperkirakan kentongan ini dibuat pada tahun 1956 oleh Bapak Sarko yang saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Mulyojati pada tahun (1956-1959). Kentongan tersebut terbuat dari kayu nangka dengan ukuran panjang ± 2 Meter dan berdiameter 70 cm.
Sepeninggal Bapak Sarko kentongan tersebut dipindah oleh Kepala Desa Margorejo yang bernama Bapak Misman ke Margorejo. Karena pemekaran wilaya, Desa Margorejo saat ini terpecah menjadi Margorejo dan Margodadi.
Saat ini kentongan tersebut tersimpan rapi di Margodadi tepatnya di kediaman Bapak Supardi anak dari Bapak Misman yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Margorejo dahulu. Guna menjaga kelestarian kentongan maka saat ini dibuatkan sebuah pendopo dan bagian atas kentongan ditanam ke dalam beton agar tidak mudah berpindah tempat.
Perkembangan teknologi yang canggih dewasa ini sejatinya merupakan kelanjutan dari teknologi tradisional yang pernah digunakan manusia di masa lalu. Kentongan pernah menjadi bagian penting dalam perkembangan masyarakat, tak terkecuali di Metro.
Winda Pratiwi (Guru SMP TMI RQ Metro Barat)
Tag
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia
-
Menulis itu Ada Ilmunya! Menyelami Trik Konsisten di Buku Ayu Utami
-
Cara Bikin Scrapbook Digital Estetik di Galaxy A57 5G, Cukup Pakai Multi Window dan Drag & Drop
-
Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran
-
Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu
-
Review Serial Messiah: Drama Thriller Provokatif tentang Iman dan Politik
-
Meksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan atas Afrika Selatan
-
Dompet Hitam Benarkah Paling Mendatangkan Rezeki? Ini Maknanya Menurut Feng Shui
-
Spanyol Full Team! Lamine Yamal dan Nico Williams Pulih dari Cedera
-
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Ala MotoGP Rilis di Jakarta Fair 2026