Pada masa sebelumnya yaitu di zaman pemerintahan kolonial Hindia-Belanda telah dilakukan program pemindahan penduduk atau yang dikenal dengan kolonisasi. Kemudian pada masa pendudukan Jepang kembali melakukan program serupa dengan nama kokuminggakari.
Perpindahan penduduk masa pemerintahan militer Jepang 1942-1945, memiliki karakteristik berbeda dengan Kolonial Belanda. Jika pada masa kolonisasi perpindahan penduduk tersebut melibatkan keluarga bahkan bedol desa, maka pada masa ini perpindahan penduduk dilakukan hanya pada individu yaitu orang yang masih muda dan mempunyai kekuatan fisik dan kebanyakan di antara mereka adalah kaum laki-laki (Dahlan, 2014).
Karesidenan Lampung termasuk dalam salah satu tujuan kokuminggakari. Pemerintah Jepang saat itu membentuk pemukiman baru bagi 12. 000 orang serta lahan pertanian yang disebut dengan Toyosawa, daerah ini saat ini masuk dalam kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur. Merujuk buku Sejarah Revolusi Fisik di Provindi Lampung bahwa penggabungan Purbolinggo dalam wilayah kawedanan Metro dilakukan serah terima oleh Wedana Sukadana K.H A. Hanafiah kepada Wedana Metro M. Idris Reksoatmodjo yang disaksikan oleh Bupati Lampung Tengah Zainabun Djayasinga dan M. Arief Mahya dari tokoh masyarakat sekaligus tokoh politik.
Pelaksanaan kokuminggakari ini berlangsung dalam pertengahan masa pendudukan Jepang. Pemerintah militer Jepang menyadari bahwa dalam waktu tidak lama konsolidasi negara Amerika Serikat bersama sekutunya (Inggris, Belanda, Australia, dibantu negara-negara persemakmuran Inggris) akan melakukan tindakan pembalasan terutama setelah Kongres Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang.
Pemindahan penduduk dilaksanakan di sekitar Metro tepatnya di Batang Hari Utara kemudian diganti nama menjadi Toyosawa. Namun masyarakat lebih akrab dengan sebutan Toyosawah, dalam bahasa Jawa memiliki arti “air sawah”. Diberikan nama Toyosawah karena pada waktu itu Jepanglah yang membuat rencana pembuatan sungai buatan atau irigasi (yang biasa disebut warga sekitar dengan sebutan ledeng) yang hingga kedudukan Jepang berakhir irigasi tersebut belum sempat dibangun.Pada masa kemerdekaan nantinya nama Toyosawa diganti dengan nama Purbolinggo, karena sebagian besar penduduknya berasal dari Purbolinggo Jawa Tengah.
Jumlah penduduk yang dipindahkan sebanyak 1867 KK (7399 jiwa) dari Jawa dan dari Bangka 355 KK (Sjamsu, 1956). Mereka ditempatkan di 7 buah desa yang didirikan di Toyosawa yakni Desa Taman Asri dengan Kepala Desa bapak Iswandi, Desa Taman Bogo dengan Kepala Desa bapak Joyo Ganjar, Desa Taman Cari dengan Kepala Desa bapak Sukatman, Desa Taman Tambah Dadi dengan Kepala Desa bapak Harjo, Desa Taman Endah dengan Kepala Desa bapak Supardi, Desa Tegal Gondo dengan Kepala Desa bapak Wagiman, Desa Toto Harjo dengan Kepala Desa bapak Sutaji (Prabowo R.D, 2018).
Adi Setyawan (Pensil Bersejarah)
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik, Ajukan Lima Rekomendasi Perbaikan Pemilu
-
5 Motor Listrik Roda 3 Tertutup Mirip Mobil, Baterai Bandel Kuat Jarak Jauh
-
BMW Sebut Mobil China Hanya Mengancam Dominasi Merek Jepang dan Korea
-
8 Orang Tewas dalam Tragedi Helikopter Jatuh di Sekadau, KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan
-
7 Mesin Cuci Portable yang Bagus untuk Anak Kos, Murah dan Hemat Listrik
-
DPR: Napi Korupsi Ngopi di Kafe, 'Mustahil Tanpa Kerja Sama Petugas!'
-
Negara Rugi Bandar Akibat Rokok Ilegal, Ekonom: Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar
-
4 Korban Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Teridentifikasi, Termasuk Pilot dan CEO KPN Corp
-
Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan Ajak Penonton Hargai Momen Bersama Ibu sebelum Terlambat
-
Bulog Pastikan Harga Minyakita Stabil dan Stok Berlimpah